Kunjungan Lapang Peserta Workshop Pengembangan Jeruk

KPPUNTEN

Dalam rangka sinkronisasi pengembangan kawasan jeruk, Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah Direktorat Jenderal Hortikultura menyelenggarakan Pertemuan “Workshop Pengembangan Jeruk” dimana Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika menjadi tujuan kunjungan lapang pada Kamis, 28 Mei 2015.

Pertemuan ini dihadiri oleh para Kepala Bidang Produksi Hortikultura/petugas yang menangani komoditas jeruk dari 30 Propinsi di Indonesia yang menerima dana tugas pengembangan kawasan jeruk tahun 2015.

Kunjungan di Kebun Percobaan Punten diterima oleh Koordinator Jaslit Agus Sugiyatno, peneliti Anang Tri Wiratno dan Kepala Kebun Percobaan Punten Kusnan beserta teknisinya. Peserta dijelaskan struktur dan organisasi KP Punten dan dilanjutkan pengenalan perbenihan jeruk sesuai rekomendasi.

Daerah pengembangan jeruk diharapkan mempunyai screenhouse untuk BF dan BPMT sehingga mempunyai kemampuan dalam menyuplai benih bersertifikat. Penelitian yang dilakukan oleh Balitjestro pada 2012 menemukan fakta bahwa hanya 20% dari 3 juta lebih benih yang beredar di Indonesia yang berlabel. Artinya bahwa masih ada 80% yang ilegal dan inilah yang menjadi permasalahan pengembangan jeruk selama ini.

Diskusi dilanjutkan di saung agro inovasi di KP Punten dan banyak membahas kendala pengembangan jeruk, salah satunya adalah ketersediaan batang bawah JC dan RL. Anang Tri Wiratno mengupas tentang keunggulan batang bawah JC dan RL dan tidak dianjurkannya menggunakan batang bawah selain itu. Metode top working dijelaskan oleh Agus Sugiyatno menanggapi peserta yang menanyakan tentang penggantian varietas jeruk.

Selesai istirahat makan siang, peserta mengikuti paparan Langgang Muhono, Bagian Perencanaan Dirjen Horti yang memaparkan road map pengembangan jeruk sampai 2019. Nur Laela, Kepala bagian Ekspor Kementerian Perdagangan memaparkan posisi ekspor buah dan sayuran beserta tantangan ke depan.

Acara ditutup dengan kunjungan lapang ke KP Tlekung, tepatnya di areal jeruk keprok Pulung yang saat ini sudah berusia 5 tahun. Sutopo Ketua Kelti Ekofisiologi memandu dan menjawab pertanyaan peserta mengenai Budidaya Jeruk sesuai anjuran PTKJS (Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat).

Berita dan Foto; Zain

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event