Kunjungan Balasan Departement of Agriculture, Kingdom of Thailand

Dua staf Departement of Agriculture, Kingdom of Thailand mengunjungi petani Jeruk di Dau pada 22/08/2019. Foto: zain/balitjestro

Balitjestro menerima kunjungan balasan dari Departement of Agriculture (DoA), Kingdom of Thailand. Kunjungan kali ini, DoA mengirimkan dua orang pimpinannya yaitu: Sanong Jarintorn (Director of Horticulture Research Institute) dan Theerawut Chutinanthakun, PhD. (Head of Fruit Crop Research Group Horticulture Research Institute) untuk menjajaki kerjasama dengan Balitjestro pada Rabu-Kamis, 21-22 Agustus 2019. Sebelumnya, pada Maret 2019, delegasi dari Balitjestro telah berkunjung ke Bangkok, Thailand.

Tema diskusi kali ini mengerucut mengenai hama dan penyakit tanaman jeruk, perbenihan dan kunjungan ke lapang untuk melihat langsung budidaya tanaman jeruk yang dilakukan di kebun percobaan lingkup Balitjestro maupun di kebun jeruk milik petani. Dalam kesempatan ini pula, Balitjestro diundang untuk mengirimkan perwakilannya sebagai keynote speaker Asian Horticultiral Conggres ke-3 yang akan diselenggarakan di Bangkok pada Mei 2020.

Indonesia dan Thailand, juga negara ASEAN lainnya mengalami serangan ganas Huanglongbing (HLB) di era 1980-an. Selain HLB, ada beberapa serangan hama dan penyakit belum tertangani dengan baik sehingga menurunkan produksi dan populasi jeruk sangat signifikan. Akibatnya negara ASEAN menjadi importir jeruk terbesar karena kebutuhan konsumsi yang semakin meningkat tidak diimbangi oleh ketersediaan dan produktivitas tanaman jeruk yang tinggi.

Kunjungan dilakukan dengan diskusi yang dihadiri oleh seluruh peneliti Balitjestro pada 21/08/2019, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan laboratorium dan lapang. Foto: zain/balitjestro

Indonesia mampu bertahan melalui berbagai program mulai dari perbenihan bebas penyakit, pengelolaan terpadu kebun jeruk sehat, perbaikan regulasi peredaran dan perbenihan jeruk dan program lainnya. Meskipun begitu, persoalan seperti kualitas buah jeruk nusantara yang beredar perlu terus ditingkatkan, ditambah masih banyaknya petani yang mengeluh harga jatuh saat panen raya.

Thailand yang dikenal dengan keunggulan produk buah-buahannya, yaitu sudah terintegrasinya pengelolaan terpadu dalam satu kawasan hamparan yang luas dan perlakuan pascapanen yang membuat buah lebih tahan lama. Selain itu, Thailand mampu mengelola rantai pasok dengan baik sehingga petani memperoleh harga yang kompetitif. Oleh karena itu, kerjasama saling menguntungkan kedua belah pihak perlu dijalin agar ketergantungan impor buah jeruk bisa dikurangi, dan lebih mendorong jeruk Indonesia agar mampu bersaing di skala global. [zain_2019]