Kukar Kembangkan Keprok Borneo Prima

1
Dwi Agung Susanto, SP memberikan penjelasan tentang teknik penanaman jeruk kepada petani di Kukar

Saat ini jeruk Keprok Borneo Prima sudah mulai banyak dikembangkan di Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Lahan yang luas serta kondisi wilayah sangat mendukung untuk pengembangan jeruk asli Kalimantan Timur ini.

Tanaman Jeruk Keprok Borneo Prima yang berada di Kabupaten Kukar tepatnya di Kecamatan Samboja, Desa Ambalat terdiri dari berbagai umur mulai dari 3,5 tahuni, 1,5 tahun dan 0 tahun (baru tanam) secara umum kondisinya cukup baik.

Luas area sampai saat ini 85 Ha. Terdiri dari 5 ha berumur 3,5 th, 30 ha berumur 1-1,5 th dan 50 ha berumur 0 th (mulai tanam). Petani pananam Jeruk Borneo semuanya tergabung dalam GAPOKTAN Karya Ambalat yang terdiri dari Kelompok Tani Setia kawan, Setia Bakti, Setia Buenbeta, Suka Maju, Semararak Tanjung dan Sinar Tani.

Dukungan teknologi diperlukan untuk pengelolaan tanaman agar sehat dan berproduksi dengan bagus. Beberapa waktu yang lalu dilakukan kawalan teknologi di kawasan jeruk di Kukar kepada petani yang tergabung dalam beberapa gapoktan. Dengan kegiatan ini diharapkan petani dapat mengadopsi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam membudidayakan jeruk Keprok Borneo Prima.

Kegiatan kawalan ini meliputi pemberian materi budidaya jeruk sehat dan pemeliharaan tanaman berproduksi maupun yang belum berproduksi di kebun petani. Di beberapa kebun sudah terlihat bagus pengelolaannya meski masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi.

3
Ady Cahyono, SP memberikan teknik pemangkasan kepada petani di Kukar

Petani diberikan keterampilan tentang penanaman bagi yang tanam baru, pemangkasan untuk membentuk arsitektur pohon, serta pemangkasan pemeliharaan bagi tanaman yang sudah siap berproduksi dan lainnya. Dengan teknologi budidaya yang benar dan pengeloaan kebun yang baik, akan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit serta dapat berproduksi tinggi. (fjr/agung)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event