Kostratani BPP Dau Latih Kelompok Wanita Tani untuk Terus Produktif

KWT Bestari Berseri usai pelatihan budidaya tanaman hias (sumber: Lian Nur Aini)

Selama pandemi Covid-19, bisnis tanaman hias menjadi marak. Banyaknya instansi yang menerapkan sistem bekerja dari rumah (work from home) dan pembatasan sosial berskala besar menyebabkan para pegawai memiliki lebih banyak waktu di rumah. Kondisi ini memungkinkan mereka untuk menyalurkan hobi bercocok tanam, termasuk tanaman hias.

Peluang bisnis tanaman hias masih terbuka lebar. BPS mencatat ekspor tanaman hias selama Januari – Juli 2020 mencapai 1.555 ton atau setara USD 5,27 juta. Meskipun nilai ini turun dibandingkan tahun lalu, pertanian merupakan satu-satunya sektor yang mengalami kenaikan paling signifikan dibandingkan migas, industri pengolahan, dan pertambangan selama pandemi.

Di tingkat petani, pengembangan usahatani tanaman hias dapat dilakukan mulai skala kecil, termasuk skala rumah tangga. Pemberdayaan petani dan wanita tani melalui pelatihan budidaya tanaman hias adalah langkah awal dalam pengembangan bisnis tanaman hias.

BPP Dau, Kabupaten Malang melaksanakan pendampingan kelompok wanita tani (KWT) Bestari Berseri, Desa Landungsari pada 8 November 2020. Kegiatan pendampingan berupa pelatihan budidaya tanaman hias melibatkan 14 orang wanita tani dan penyuluh BPP Dau, Lian Nur Aini.  BPP Dau, Kabupaten Malang merupakan satu dari dua BPP dibawah koordinasi Balitjestro bersama BBPP Batu.

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk usahatani tanaman hias dilakukan sebagai pemberdayaan dan kemandirian wanita tani, selain juga untuk peningkatan pendapatan. Kegiatan ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, “Corona membuat ekonomi melemah, banyak orang kehilangan pekerjaan. Obatnya ada di depan mata, yaitu bertani dan bertanam di pekarangan”.

BPP Dau adalah BPP model Kostratani, yang merupakan pusat kegiatan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Sebagai BPP model Kostratani, BPP Dau melaksanakan fungsi sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian dan pusat pembelajaran melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan budidaya tanaman hias.

Penyuluh pertanian, terutama yang ada di BPP model Kostratani, diharapkan dapat menderaskan arus informasi dan meningkatkan diseminasi teknologi pertanian kepada petani melalui pendampingan dan pelatihan.

“Kalau pertanian ingin maju, tidak ada jalan lain, petani dan penyuluh harus pintar. Kalau tidak pintar, produktivitas tidak akan tinggi. SDM pertanian memegang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas,” tegas Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP.

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) adalah program yang bertujuan untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Peningkatan produksi dan produktivitas, pemanfaatan mekanisasi dan teknologi, serta ekspansi pertanian dan pembiayaan yang rendah merupakah target yang ingin dicapai melalui Kostratani.

Menteri Pertanian berharap program Kostratani yang ujung tombaknya adalah BPP di tingkat kecamatan, dapat segera mewujudkan visi pertanian yang maju, mandiri, dan modern. “Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai pusat pelaksanaan Kostratani dengan mengefektifkan penyuluhan dan meningkatkan keahlian para penyuluh pertanian,” ujarnya. [tyas/balitjestro@2020]

Agenda

no event