Koordinasi Penerapan Permentan 25 tahun 2020 Balitjestro – BBKP Surabaya

Sehubungan dengan adanya Peraturan Menteri Pertanian No. 25 tahun 2020 tentang Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Dr. Fausiah T. Ladja, SP, MSi, bersama tim UPBS mengadakan kunjungan ke Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Jumat (3/6).
 
Kegiatan yang diterima oleh kepala Balai Besar Karantina Surabaya drh. Cicik Sri Sukarsih, M.H. ini untuk berkoordinasi terkait pengiriman benih sumber dan benih sebar jeruk dan buah subtropika.
 
Di dalam Permentan tersebut, tercantum berbagai OPTK yang menyerang tumbuhan jeruk dan buah subtropika, termasuk serangga, tungau, nematoda, dan cendawan.
 
OPTK dapat merusak, mengganggu kehidupan bahkan menyebabkan kematian tumbuhan, serta menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi. Serangan OPTK dapat dicegah melalui tindakan karantina, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mencegah OPTK masuk dan tersebar dari suatu daerah ke daerah lain, baik di dalam maupun ke luar wilayah Indonesia.
 
UPBS Balitjestro telah menerapkan ISO 9001:2015 dalam kegiatan pengelolaan benih sumber, termasuk pengendalian penyakit penting pada benih sumber. Kegiatan indeksing penyakit dilakukan secara rutin di Laboratorium Pengujian Balitjestro, yang telah terakreditasi ISO 17025:2017.
 
Diskusi antara Kepala Balitjestro dengan tim Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya menghasilkan kesimpulan bahwa Balitjestro dan UPBS harus menambahkan beberapa jenis OPTK yang tercantum pada Permentan No. 25 tahun 2020 yang belum dilaksanakan pengujiannya oleh UPBS Balitjestro.
Selain itu, Balitjestro akan diajukan sebagai lokasi Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT), sehingga dapat melaksanakan tindakan karantina secara mandiri berdasarkan regulasi yang berlaku.