Koordinasi ASP dan ATP Kalimantan Selatan

Salah satu lokasi program pengembangan Agro Science Park (ASP) dan Agro Techno Park (ATP) di Indonesia ada Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk ASP lokasinya ada di Kebun Percobaan Balittra dan ATP rencananya ada di dua Kabuapten yaitu Kabupaten Tapin dan Kabupaten Kota Baru. Koordinasi awal pelaksanaan untuk ASP dengan Balittra dan ATP dengan BPTP Kalsel.

Program pengembangan ASP akan menggunakan lahan seluas kurang lebih 40 ha di KP Banjarbaru.  Masuk dalam kelompok agroekosistem lahan rawa. Komoditas yang akan di visitor plot kan (di display) dikelompokkan menjadi empat yakni pangan, buah dan perkebunan, sayuran, dan ternak. Komoditas eksisting antara lain padi, tanaman sayuran, dan tanaman perkebunan.  Lokasi ASP di KP Banjarbaru sangat strategis karena berada di pinggir jalan besar menuju bandara. Oleh karena itu,  untuk mewujudkan ASP yang hight profile maka introduksi teknologi yang akan di implementasikan harus mempunyai nilai ilmiah dan nilai ekonomi yang tinggi.

Program pengembangan ATP yang di koordinasikan oleh BPTP Kalsel sampai dengan saat ini sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten target dalam rangka untuk menentukan rencana lokasi. Ketepatan menentukan lokasi menjadi variabel penting yang harus di perhatikan karena area kegiatan pengembangan ATP ada di lahan petani.  Rencana lokasi ada di dua Kabupaten yakni Desa Harapan Masa, Kabupaten Tapin dan Desa Bekambit, Kec. P. Timur, Kab. Kota Baru. Jarak tempuh dari Banjarbaru untuk Kab. Tapin memerlukan waktu 2,5 jam dan Kabupaten Kota Baru memerlukan waktu 6 – 8 jam.

Kondisi agroekosistem untuk Desa Harapan Masa, Kab Tapin merupakan lahan sawah dan lahan kering. Komoditas eksisting antara lain: padi, perkebunan, dan peternakan. Sedangkan kondisi agroeksosistem di Desa Bekambit, Kab. Kota Baru adalah lahan sawah irigasi, lahan tadah hujan, lahan kering, dan lahan pasang surut. Komoditas eksisting antara lain padi, jagung, kedelai, tanaman sayuran, dan tanaman perkebunan. Upaya mempercepat terwujudnya ATP paling tidak ada lima hal yang harus di perhatikan yakni melakukan pra yang benar, melakukan baseline survey, jenis introduksi teknologi, introduksi atau inisiasi kelembagaan, dan media diseminasi yang akan digunakan. Ketepatan menentukan jenis dan waktu akan mempercepat proses pengembangan dan pemantapan ATP. [ Dr.Ir.Harwanto, M.Si/balitjestro]

Lay Out ASP di KP Banjarbaru
Lay Out ASP di KP Banjarbaru

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event