Kontribusi Balitjestro pada Soropadan Agro Expo 2019

Soropadan Agro Expo merupakan agenda 2 tahunan dari Pemerintah Propinsi Jateng, ditahun 2019 ini mengangkat tema Korporasi Petani dan Integrasi Teknologi Informasi Menuju Petani yang Semakin Sejahtera. Tujuan SAE 2019 adalah untuk mengangkat produk di wilayah Jateng, mempertemukan forum dengan perdagangan, memperkenalkan Soropadan sebagai pusat agro bisnis, membuka peluang pasar agro keluar negeri, serta memaksimalkan distribusi pertanian dan hasil pertanian.

Sebanyak 150 pengusaha bidang pertanian dari Jawa Tengah, luar provinsi, dan luar negeri bertemu pada Soropadan Agro Expo (SAE) 2019. SAE yang dikuti 35 kabupaten/kota serta instansi terkait. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jateng, Sri Puryono, mengatakan, SAE 2019 mempertemukan pengusaha bidang pertanian dari dalam dan luar negeri dengan petani dan mengikuti pasar lelang.“Kami mengundang pengusaha bidang pertanian dari luar negeri antara lain: Thailand, Singapura, Australia, dan Malaysia, serta dari luar provinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Bali, Jawa Timur, dan Gorontalo,” katanya dalam sambutan pembukaan SAE 2019, di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Soropadan, Temanggung, Kamis (4/7).

Acara pembukaan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH., MIP. di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Soropadan Jl. Raya Magelang Km. 13 Temanggung, pada Rabu (4/7/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh menteri pertanian yang diwakilkan oleh Dirjen Hortikultura Drs. Ir. Suwandi M.Si, anggota Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPRD dan anggota komisi D Provinsi Jawa Tengah, para Gubernur MPU (Mitra Prada Utama), SKPD Provinsi Jawa Tengah, Kepala dinas pertanian Kabupaten dan kota se Jawa Tengah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, BUMN dan BUMD serta perwakilan kelompok tani.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya turut memperkenalkan aplikasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan melakukan ujicoba aplikasi Imais. Dari sektor pertanian dengan Poktan dan Gapoktan diberi motivasi untuk melakukan inovasi yang lebih baik, contoh gula semut dari kab Purworejo, untuk Temanggung yaitu kayu dan kopi, dll. Selain itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, mewakili Menteri Pertanian mengampanyekan konsumsi pangan lokal pada pembukaan Agro Expo 2019 ini. “Konsumsi pangan lokal. Beli produk-produk petani kita, bukan petani yang lain. Cintai produksi dalam negeri,” kata Suwandi yang akrab disapa Wandi. Dijelaskan Suwandi bahwa mengonsumsi pangan lokal ternyata dapat membuat stamina tubuh lebih kuat dan ceria. Konsumsi pangan lokal, ujar Suwandi, sejalan dengan misi Kementan untuk menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045. Untuk itu, Kementan fokus tingkatkan produksi serta mengoptimalkan penggunaan pangan lokal melalui atraksi, promosi dan sosialisasi. “Pangan lokal Indonesia dipercaya memiliki keunggulan dan manfaat lebih baik dibandingkan pangan impor. Hal ini dikarenakan pangan lokal dibudidayakan dengan benih lokal yang bagus dan ditanam di wilayah bentang khatulistiwa yang kaya akan sinar matahari,” tuturnya

Stand Balitjestro tergabung menjadi satu stand Badan Litbang Pertanian bersama Puslitbangnak, BB Mektan, Balitkabi, Balitas, Balingtan, Balitsa, Balithi, , Lolitsapo, BPTP Jateng, dan BPTP DIY. Stand Balitjestro menampilkan buah unggul nasional keprok Batu 55, keprok JRM 2012, keprok Madura, Keprok RGL, keprok Satsuma, Sitaya Agrihorti, Siam Pontianak, Manis Pacitan dan CVUB keprok Orinda, Teknologi Budidaya Jeruk Sitara, Teknologi ES hama/penyakit, dan teknologi Top Working. Dalam kunjungan ke stand Balitjestro, Gubernur Ganjar Pranowo menyukai rasa jeruk Manis Pacitan, “jeruk ini rasanya enak” ujar beliau, selain itu gubernur juga menyampaikan kenangan waktu kecil akan jeruk keprok Tawangmangu yang sekarang sudah jarang ditemui, beliau berharap keprok Tawangmangu bisa berkembang lagi dengan baik di Jawa Tengah.

Stand Balitjestro juga banyak dikunjungi masyarakat umum, terutama yang tertarik untuk mencicipi aneka buah unggul jeruk. Dari pengunjung yang hadir sebanyak ± 200 orang, sebagian besar menyukai jeruk Manis Pacitan yang rasanya manis, kemudian siam Pontianak dan keprok Batu 55 juga disukai. Jeruk Orinda dan JRM disukai karena warnanya. Pengunjung khusus yang hadir di Stand Balitjestro berasal dari Diperta Pati, Diperta Pemalang, Diperta Klaten, Diperta kab. Semarang, Diperta Magelang, SMK Temanggung, dan Politbangtan Magelang. Materi diskusi tentang perbenihan jeruk, pohon induk jeruk, budidaya jeruk, hama/penyakit jeruk.

Pada kesempatan ini, Balitjestro memberikan bantuan benih gratis kepada pengunjung sebanyak 100 tanaman jeruk. Bantuan diutamakan pada masyarakat yang berminat tanam jeruk dan kepada karyawan BPTP Jateng yang purna tugas. (Ags)

Agenda
Tanggal Kegiatan
Rabu, 16 Oktober 2019 Kunjungan Industri – SMKN 1 Gondang Nganjuk
Rabu, 16 Oktober 2019 Studi Banding oleh Diperta Kab. Tulungagung
Jumat, 15 November 2019 SMA IT Al- Hikmah