Konsultasi: Kirim Jeruk Terhambat di Karantina Bandara

[cml_media_alt id='356']Jeruk Purut[/cml_media_alt]

Penanya; Teguh Prasetiyawan
Pertanyaan dari Fan Page Balitjestro Indonesia

Selamat pagi bapak ibu yg saya hormati, saya mau kirim 1 batang pohon jeruk dengan tinggi 1 meter untuk buah tangan untuk saudara di surabaya, dari batam ke surabaya melalui bandara, di karantina bandara tidak tdk bisa di kirim alasannya ada surat keputusan menteri pertanian no: 610/Kpts/TP.630/6/97 tentang peredaran benih jeruk mencegah penyebaran penyakit CVPD. Saya disuruh ke dinas pertanian holtikultura setempat meminta sertifikasi / label biru. di dinas pertanian holtikultura di batam dan tanjung pinang tidak mengeluarkan sertifikasi / label biru dikarenakan pohon jeruk yg saya punya bukan pohon budidaya atau pembibitan yg memang utk di komersialkan (dijual). Saya dapat pohon jeruk tersebut itu dari pedagang keliling di depan rumah saya dan sudah saya tanam di pot selama lebih kurang 3 tahun, daunnya sudah dimanfaatkan untuk bumbu masak dirumah maupun tetangga saya, saya mohon penjelasan mengenai peraturan tsb, dan solusi supaya pohon jeruk dapat dikirim ke Surabaya, terima kasih banyak bagi saya orang awam yang tidak mengerti ini karna saya sudah 2 minggu ini monndar-mandir untuk minta kejelasannya

 

Jawab:
Kepada Yth Teguh Prasetiyawan di Batam.

Setelah mempelajari pertanyaan tersebut, dapat kami uraian jawaban sebagai berikut :

1. Penyakit CVPD yang disebabkan oleh bakteri Liberibacter asiaticus adalah penyakit utama pada tanaman jeruk di Indonesia. Penyakit CVPD menyebabkan kematian ratusan ribu tanaman jeruk di Indonesia dan telah merugikan petani jeruk dengan nilai Miliaran Rupiah. Penyebaran penyakit melalui induk yang sakit dan dapat ditularkan oleh hama kutu loncat jeruk (Diaphorina citri Kuw.) yang dapat memindahkan bakteri tersebut dari tanaman sakit ke tanaman sehat. 

2. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 610/KPTS/TP.630/6/1997 tentang peredaran benih jeruk diterbitkan dengan tujuan untuk mengendalikan penyebaran penyakit CVPD dari daerah yang terinfeksi ke daerah lain yang belum terserang penyakit tersebut. Keputusan Meteri Pertanian ini, mengatur bahwa : Benih jeruk adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan/atau mengembangbiakan tanaman jeruk (Pasal 1 ayat a). Selanjutnya diatur bahwa Benih jeruk yang beredar harus disertai dengan label lulus sertifikasi yang dikeluarkan oleh Balai/Loka Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura atau penyelenggara serifikasi lainnya yang telah memperoleh akreditasi ditempat asal benih jeruk (Pasal 2 ayat 2).

3. Tambahan informasi tentang regulasi benih sebar jeruk (label biru) yang dipakai oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) yang ada di setiap Provinsi, setiap produsen benih jeruk harus terdaftar sebagai produsen benih bina yang sejak dimulainya penangkaran (mulai semai biji dst) harus sudah melaporkan tertulis tentang jumlah dan jenis yang akan dipakai sebagai batang bawah. Selanjutnya pengambilan mata tempel sebagai batang atas harus dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) yang berada di dalam rumah kasa bebas serangga yang dipastikan bebas CVPD dan berada dalam pengawasan BPSB. BPSB akan menerbitkan label biru sebagai legalisasi benih sebar apabila semua regulasi produksi benih jeruk dilaksanakan dari awal sampai siap siar / siap diedarkan.

4. Penjelasan diatas sebagai dasar bagi Balai karantina di Batam tidak mengijinkan tanaman jeruk dan kerabatnya, meskipun hanya satu pohon, untuk dikirim keluar daerah apabila tidak disertai hasil sertifikasi benih berupa label biru kelas benih sebar.

5. Solusi tentang keinginan mengirim ke Surabaya tidak harus berasal dari tanaman yang ada di Batam, berdasarkan perkiraan bahwa jeruk tersebut yang dipakai adalah daunnya, kami menduga adalah jeruk purut (Citrus hystrix) yang memang sering dipakai untuk bumbu masak. Apabila benar jenis tersebut, maka tanaman tersebut dapat diperoleh di Balitjestro yang ada di Kota Batu Prov. Jawa Timur.

6. Terima kasih (Anang Triwiratno, Peneliti Madya Hama dan Penyakit Tanaman, Balitbangtan).

 

Penanya; Teguh Prasetiyawan

Terima kasih banyak atas penjelasannya Bpk Anang Triwiratno, dengan penjelasan yang dimengerti ini saya bisa memahami karena pohon jeruk itu tidak bisa dibawa ke daerah lain dikarenakan adanya penyakit CVPD, dan hama lainnya, juga saya tidak penasaran (digantung) dalam waktu hampir sebulan ini, terima kasih atas upanya bapak yang mau peduli terhadap tulisan saya ini yang mana saya sudah mencari penjelasan di dinas karantina di Jakarta, Dirjen Holtikultura di Jakarta namun tidak ada jawaban melalui e-mail sampai sekarang, terima kasih sekali lagi saya ucapkan kepada instansi Balitjestro Indonesia dimana bapak bekerja utk menjadikan bibit tanaman di Indonesia dapat dibudidayakan dengan baik dan bebas penyakit / hama. Salam untuk semua karyawan yang di Malang (Batu-red).

 

Balitjestro; sama-sama pak. semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan