Komisi II DPRD Rejang Lebong Angkat Potensi Jeruk RGL

Komisi 2 DPRD Rejang Lebong Bengkulu (4)Rombongan Komisi II DPRP Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu berkunjung ke Balitjestro untuk mengetahui lebih jauh mengenai pengelolaan kebun jeruk sehat. Rombongan dipimpin oleh Wahono yang juga menjabat sekretaris Komisi II. Turut serta dalam rombongan ini adalah Zulkarnain Thaib (Ketua Komisi II), Untung Basuki (wakil Komisi II), Rafles (staf ahli), Zulkarnain Muhammad (Kepala Badan Pelaksanan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan – B4K) dan Distran (Kabid Kelembagaan B4K).

Rombongan diterima oleh Agus Sugiyatno (Koordinator Jasa dan Penelitian Balitjestro). Wahono menceritakan perkembangan terbaru jeruk RGL yang mulai naik daun dan menjadi primadona baru.

Pengembangan jeruk di kawasan Rimbo Pengadang, Rejang Lebong memberi sebuah harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Saat ini pengembangan yang dilakukan telah mencapai 700 hektar. Namun ada banyak kendala di lapang, oleh karena itu perlu diselesaikan bersama-sama.

Balitjestro sebagai pusat penelitian jeruk diharapkan turut berpartisipasi, terutama dalam kawalan teknologi. Setelah sekian lama tidak menanam jeruk, petani perlu banyak belajar lagi mengenai seluk beluk budidaya jeruk dan penanganan hama dan penyakitnya. Balitjestro membuka diri untuk kunjungan dan magang petani jeruk.

Pada tahun 1980-an, CVPD atau sekarang lebih dikenal dengan huanglongbing menyerang jeruk di daerah Curup dan sekitarnya. Sejak itu habislah jeruk di semua wilayah Rejang Lebong. Belajar dari hal itu, Otto Endarto (peneliti hama) menyarankan agar vektor penyebar Diaphorina citri dikendalikan agar huanglongbing tidak menyebar. Jika tidak ada vektor, tanaman jeruk yang terserang tidak akan menular ke tanaman lain. Namun, untuk amannya jeruk yang terserang huanglongbing rantingnya harus dipotong atau jika sudah parah tanamannya harus dibongkar dan dimusnahkan.

Hadi Mulyanto berbagi pengalaman membuahkan jeruk besar (pamelo) dan berbagai jeruk dataran tinggi dan dataran rendah

Pengalaman di Sambas, Kalimantan Barat, huanglongbing bisa dikendalikan dengan penerapan PTKJS (Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat). Penerapan dilakukan melalui pemangkasan cabang/ranting sakit huanglongbing, eradikasi tanaman sakit huanglongbing, penanaman kembali menggunakan bibit sehat berlabel bebas penyakit, pemeliharaan optimal, dan kontrol hama penyakit yang menyerang.

Dalam kunjungan ini, rombongan diajak berkeliling ke kebun apel dan kebun jeruk. Selama kunjungan ke kebun banyak pertanyaan yang ditujukan kepada Hadi Mulyanto. Terutama mengenai teknik pembungaan jeruk. [zh/balitjestro]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event