Kirimkan Perserta Magang, Papua Merintis Kembangkan Stroberi

MagangStroberi

Adalah Luther Kossay dan Paulus Muid peserta magang yang jauh-jauh datang dari Wamena dan Manokwari untuk mengembangkan stroberi di tanah Papua. Dr. Joko Susilo Utomo, Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika membuka magang ini dan menyampaikan profil dan dukungan inovasi Balitjestro. Setelah menjalani rangkaian pre-test, peserta mendapatkan materi perbenihan stroberi oleh Ahmad Syahrian Siregar dan teknologi budidaya stroberi oleh Zainuri Hanif. Materi untuk keesokan harinya adalah praktikum teknologi perbenihan stroberi, dimana saat ini Balitjestro menghasilkan benih dari kultur jaringan, praktikum teknologi produksi stroberi, pengenalan dan pengendalian hama dan penyakit stroberi dan pada hari terakhir atau hari ke-3 dilakukan praktikum pengenalan dan pengendalian hama dan penyakit utama stroberi dan diakhiri dengan field trip ke sentra stroberi di Desa Pandanrejo, Batu.

Luther dan Paulus termasuk pemrakarsa budidaya stroberi di tanah Papua. Benih stroberi mereka dapatkan dari Bandung pada tahun 2010. Saat ini areal tanam masih terbatas, kurang dari 100 m2 dan mengalami permasalahan perbanyakan dan kualitas tanaman. Budidaya masih dilakukan secara terbatas, pupuk hanya diberikan sekali saat tanam dan tidak ada pemberian pupuk susulan atau semprotan pestisida. Hal ini sebenarnya menjadi peluang untuk mengembangkan stroberi organik di wilayah yang belum pernah terpapar bahan pestisida kimia.

Dengan mengetahui berbagai teknik budidaya stroberi dan teknologi anjuran, juga varietas stroberi yang menguntungkan secara ekonomis, diharapkan pengembangan stroberi di tanah Papua dapat lebih berkembang pesat lagi. Apalagi lokasi tanam sangat mendukung yaitu di ketinggian lebih dari 1.600 m dpl. Kuncinya di benih yang berkualitas dari kultur meristem dan pemeliharaan yang baik. Buah stroberi di Papua yang selama ini masih menjadi konsumsi beberapa rumah tangga di sekitar lokasi tanam berpeluang menyebar lebih luas lagi karena permintaan juga tinggi. Harga 1 kg stroberi di Wamena dan Manokwari yaitu Rp 50.000,-. [ZH/Balitjestro]

Balitjestro mempunyai beberapa calon varietas unggul yang berpeluang untuk dikembangkan, hasil dari karakterisasi dan evaluasi koleksi plasma nutfah stroberi yang sudah dilakukan sejak 2009 yang lalu.
Balitjestro mempunyai beberapa calon varietas unggul yang berpeluang untuk dikembangkan, hasil dari karakterisasi dan evaluasi koleksi plasma nutfah stroberi yang sudah dilakukan sejak 2009 yang lalu.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event