Kerjasama Balitjestro dengan Pemkab Tulungagung untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan

Kawasan pengembangan agropolitan kecamatan Sendang, Tulungagung
Kawasan pengembangan agropolitan kecamatan Sendang, Tulungagung

Pada hari Rabu, 18 Pebruari 2015, tim dari Balitjestro yang terdiri dari Kasie Yantek dan Jaslit (Dr. Ir. Harwanto, MSi), Koordinator Jaslit (Ir. Agus Sugiyatno, MP) dan peneliti senior (Ir. Arry Supriyanto, MS) bertemu dengan Kepala Bagian Sumber Daya Lingkungan, Anang P, ST, MSi di kantor Sekda Pemkab Tulungagung dalam rangka memotret awal evaluasi pengembangan kawasan agropolitan di kecamatan Sendang, kabupaten Tulungagung. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim Sumber Daya Lingkungan berkaiatan dengan rencana kerjasama antara Sekda kabupaten Tulungagung dengan Balitjestro untuk mengevaluasi Pengembangan Kawasan Agropolitan di Sendang Kabupaten Tulungagung yang direncanakan pada April – Juni 2015.

Dalam diskusi awalnya, tim Sumber Daya Lingkungan kabupaten Tulungagung menyampaikan bahwa Pengembangan Kawasan Agropolitan di kecamatan Sendang seluas 105.78 km2 dengan pemanfaatannya lebih banyak untuk sawah lebih dari 2.462 ha, sayuran 970 ha, palawija 3.812 ha, perkebunan 361 ha, kehutanan 76 ha dan buah2an sekitar 80 ha. Usaha tani yang sudah berjalan dengan baik adalah peternakan. Pemerintah daerah setempat mengharapkan bahwa ke depan perlu dikembangkan usaha tani selain ternak yaitu buah2an yang diutamakan tanaman keras untuk konservasi lahan.

Hasil tanaman buah2an yang sudah ditanam di kecamatan Sendang adalah durian, rambutan, manggis dan  apokat. Jika dilihat dari jenis tanah dan iklim setempat, peluang komoditas Balitjestro yang bisa dikembangkan adalah jeruk, apel dan stroberi. Dengan ketinggian tempat antara 900-100 m dpl, jeruk keprok Batu 55, keprok Gayo, keprok Terigas dan apel cocok dikembangkan di daerah tersebut. Sedangkan tanaman stroberi yang sudah tumbuh baik di daerah dengan ketinggian 1.100 m dpl tersebut, perlu diuji lagi dengan beberapa varietas stroberi lain untuk mendapatkan varietas yang benar2 cocock di daerah tersebut. Di wilayah pengembangan kawasan agropolitan tersebut, terdapat 2 buah screen house bekas tanaman bunga Krisan, kedepan screen house ini dapat dimanfaatkan  untuk induk jeruk klas BPMT dan induk stroberi, untuk menyiapkan dan mendukung perbenihan jeruk dan stroberi yang bebas penyakit dan berkuaitas.

Dari kunjungan dan diskusi di lapang ini, Balitjestro diharapkan segera menyusun proposal dan RAB untuk dijadikan panduan dalam pelaksanaan kegiatan di lapang yang direncanakan pada bulan April – Juni 2015. Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Balitjestro nanti akan diajukan ke Bapeda dalam PAK (Perubahan Anggaran Kegiatan) untuk dilanjutkan pada kegiatan implementasi kegiatan Pengembangan Kawasan Agribisnis Sendang pada bulan Juli – Desember 2015. [Ir.Agus Sugiyatno, SP MP/balitjestro]

ir. Arry Supriyanto, MS sedang berdiskusi dengan penyuluh setempat
ir. Arry Supriyanto, MS sedang berdiskusi dengan penyuluh setempat

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event