Keragaan Jeruk Siam Dengan Bibit Okucang Di Kalimantan Selatan

(The Performance of Tangerine cv. Siam Tree from Marcoted-Budding in South Kalimantan)

Danu Ismadi Saderi
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan

 

ABSTRAK
Secara tradisional jeruk Siam berkembang di lahan pasang surut dan raw a monoton, yang ditanam pada tokongan atau surjan dengan menggunakan bibit cangkokan. Karena kesulitan bibit cangkokan untuk pengembangan areal tanam di lahan pasang surut sejak tahun 1996 juga digunakan bibit okulasi. Penggunaan bibit okulasi untuk lahan basah belum mempunyai sandaran ilmiah yang kuat, karena itu kernudian peneliti jeruk mulai menguji bibit okucang (bibit okulasi kemudian batang-bawahnya dicangkok). Umur tanaman jeruk okucang, yang dibandingkan dengan bibit cangkokan dan okulasi, sudah enam tahun. Kompatibilitas batang bawah JC lebih baik dibandingkan dengan batang-bawah Citromello. Hasil uji lab terhadap kadar gula buah pada tahun 2002 menunjukkan buah asal cangkokan lebih manis dibandingkan buah dari tanaman okucang dan okulasi. Pengamatan terakhir (2004) menunjukkan adanya perbaikan kadar gula pada tanaman okucang dan okulasi. Hasil produksi tidak menunjukkan adanya perbedaan dari asal bibit tanam, baik dari kuantitas maupun kelas buah, karena sangat tergantung pada cara penanganan tanaman oleh petani. Apresiasi terhadap mutu buah juga tidak tercermin dalam perbedaan harga.
Kata kunci: Okucang, batang bawah, kompatibilitas, produksi, mutu buah.

ABSTRACT
Tangerine cv. Siam developed traditionally at tidal and swampy land monotone, which is planted at tokongan or surjan by using transplantation seed. Because of the transplantation seed constraint for development of areal plant in tidal land since year 1996 grafting seed was then also used. The use of grafting seed for the wet land had not yet referred to the scientific base; consequently, citrus researcher then started to test the marcoted-budding seed (seed of grafting later; then bar of under transplanted). The crop age of marcoted-budding citrus, which is compared with seed of transplantation and grafting, have six years. Compatibility of Bar of under compared with better lC of bar of under Citromello. Result oflaboratory test on fruit sugar rate in 2002 showed that origin fruit transplantation are sweeter than the effect of marcoted-budding and grafting crop. Recent observation (2004) showed the present of sugar rate improvement at crop of marcoted-budding and grafting. The yield of production did not show any difference from the origin of seed planted, good fruit class either in quantity and quality, because it extremely depends on the way the farmer handles the crop. Appreciation to quality of fruit was not reflected on the difference of price.
Keywords : Marcoted-budding, rootstocks, compatibility, productivity, fruit quality.

 

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event