Keprok Pulung dari Kota Reog

Keprok Pulung yang berada di KP Tlekung saat musim panen
Keprok Pulung yang berada di KP Tlekung saat musim panen

Selain penghasil tanaman perkebunan dan pangan , kabupaten Ponorogo yang dikenal sebagai kota “reog” ternyata memiliki tanaman hortikultura yang khas yaitu jeruk Keprok Pulung .  Jeruk ini sempat berjaya dan menjadi ikon dari kecamatan Pulung,  Ponorogo . Mungkin banyak masyarakat yang belum begitu mengenal akan jeruk ini karena memang sentra produksi jeruk ini sudah mulai hilang pada saat ini karena serangan penyakit CVPD sehingga tinggal sedikit petani yang membudidayakannya.

 

Keprok pulung memiliki warna hijau kekuningan dan bisa lebih kuning apabila ditanam didataran tinggi. Jeruk ini bisa ditanam di dataran medium – tinggi antara 450-1200mdpl. Dengan rasanya yang manis asam dan segar jeruk ini banyak diminati masyarakat. Produktivitas dari jeruk ini cukup besar karena dalam satu pohon bisa mencapai 50kg dan bisa lebih dalam satu tahun apabila di kelola dengan baik.

 

Hal ini dapat dilihat dari hasil produksi keprok Pulung di KP Tlekung pada saat panen beberapa waktu lalu dan dijadikan lokasi open house wisata petik jeruk.  Masyarakat banyak yang menyukai jeruk ini dan ingin membudidayakannya.  Dari pendapat masyarakat jeruk ini tidak kalah dengan impor dari segi warna maupun rasanya.

Benih sumber  bebas penyakit keprok Pulung yang dihasilkan balitbangtan baru tersebar di dua propinsi yaitu Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Harapannya dengan benih yang bebas penyakit akan menghasilkan benih sebar yang sehat, berkualitas dan mempunyai umur produksi lama sehingga jeruk Keprok Pulung dapat bertahan dan  menjadi unggulan lokal maupun secara nasional. [fajar/balitjestro]

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event