Keprok JOP, Oranye dengan Rasa Manis Segar

Jeruk Keprok JOP

Keprok JOP merupakan varietas unggul baru yang telah dilepas Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu. JOP merupakan singkatan dari Jeruk Oranye Parahyangan yang berwarna oranye dan  berasal dari pohon induk di Kecamatan Lembang, Parongpong dan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Berdasar SK Pelepasan varietas no 164/Kpts/SR.120/D.2.7/11/ 2015 jeruk ini mempunyai keunggulan warna yang oranye, dengan rasa asam manis segar dengan kadar gula 12,7º brix  dan berair banyak dengan kandungan 87,40%. Berat dari buah ini antara 115,5 – 158,6 gram. Ciri lain dari jeruk ini adalah bentuk buah yang bulat gepeng dan warna daging buah oranye muda.

JOP cocok ditanam di daerah dataran tinggi antara 900 – 1200 mdpl sehingga warna kulit buah ini oranye. Semakin tinggi warna buah akan bertambah oranye.  Produktivitas jeruk ini mencapai 75 – 80 kg/pohon/tahun.

Dengan keunggulannya JOP mempunyai potensi tinggi untuk dikembangkan lebih luas. Karena di beberapa wilayah Indonesia terdapat dataran yang mempunyai karakteristik sama dengan daerah asal jeruk ini.

Dukungan teknologi sangat diperlukan untuk pengembangan jeruk ini. Dengan teknologi yang tepat akan mendukung keberhasilan budidaya jeruk JOP. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan), Kementerian Pertanian (kementan)  telah memiliki inovasi teknologi jeruk yang dikenal dengan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) untuk diadopsi petani dalam membudidayakan jeruk.

Penerapan teknologi ini sangat penting untuk menjaga tanaman untuk tetap sehat dan berproduksi dengan baik. Selain itu akan mampu mengendalikan serangan hama dan penyakit yang menyerang jeruk sehingga umur produksi akan lebih lama.

Selain dukungan teknologi faktor pemasaran akan sangat penting untuk mendukung pengembangan jeruk ini. Karena dengan adanya pasar yang jelas akan memberikan semangat bagi petani untuk lebih optimal dalam mengelola jeruk JOP . Dengan pemasaran yang baik JOP nantinya tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Jawa Barat namun dapat mencakup wilayah lain di Indonesia.

Dengan dukungan dari semua pihak terkait  jeruk ini dapat bersaing di pasar dan berkembang lebih luas  dan dapat mensubstitusi jeruk impor yang membanjiri pasaran. (fjr)