Keprok Gayo komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan

Aceh dikenal sebagai penghasil  tanaman perkebunan seperti  sawit, karet, kopi dan lainnya. Banyak orang mengenal akan Kopi Gayo yang memiliki citarasa kopi arabika yang khas dan menjadi unggulan Nasional.

Selain di sektor perkebunan ternyata Aceh memiliki komoditas hortikultura yang berpotensi untuk dikembangkan. Salah satu komoditas tersebut adalah jeruk.

Jeruk yang dikenal di Kota Serambi Mekkah ini adalah Keprok Gayo. Buah ini berasal dari Paya Tumpi, Kecamatan Kota, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam.

Keprok Gayo dilepas berdasarkan SK Menteri Pertanian No 210/Kpts/SR.120/3/2006 .

Jeruk ini berkembang di dataran tinggi antara 800- 1000 mdpl. Warna buahnya yang oranye kekuningan sangat menarik  disertai citarasa yang manis, asam segar. Kemudian dengan budidaya yang tepat satu pohon dapat menghasilkan 80-100 kg dalam usia produksi.

Melihat banyaknya keunggulan dari jeruk ini sangat potensial untuk dikembangkan di daerah lain yang memiliki kondisi geografis yang sesuai. Dari segi, warna, rasa dan ukuran dapat bersaing dengan jeruk impor sehingga dpat menarik konsumen untuk menikmatinya.

Penerapan teknologi jeruk sangat diperlukan untuk menghasilkan produksi yang tinggi dan menjaga kesehatan tanaman. Badan penelitian dan Pengembangan Pertanian telah memiliki inovasi teknologi melalui Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) untuk mendukung program agribisnis jeruk di Indonesia. Dengan mengadopsi teknologi tersebut dapat membantu petani dalam membudidayakan jeruk sehingga akan meningkatkan pendapatan dari hasil produksi jeruk yang berkualitas.

Untuk itu perlu dukungan dari berbagai pihak untuk pengembangan komoditas ini agar tetap terjaga dan lestari sekaligus mencintai buah nusantara. (fjr)