“KEPROK BATU 55” Jeruk Unggul Nasional Asal Jawa Timur

Prosiding Seminar Nasional PERHORTI 2014, halaman 149-156

Sugiyatno, A.
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Jl. Raya Tlekung no. 1, Junrejo, Batu, Jatim. P.O Box 22 Batu (65301)
e-mail: balitjestro@litbang.deptan.go.id; balitjestro@gmail.com; agus.sugiyatno@gmail.com

ABSTRAK
Program pemerintah saat ini adalah mengembangkan jeruk keprok berwarna kuning yang diistilahkan dengan “keprokisasi” dengan tujuan untuk substitusi impor dan mengurangi dominasi jeruk siam. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) telah banyak menghasilkan varietas unggul jeruk keprok berwarna kuning. Keprok Batu 55 merupakan salah satu varietas unggul jeruk di Indonesia dan telah menjadi primadona di Jawa Timur, dengan sentra pengembangannya di kabupaten Malang dan kota Batu dengan luasan ± 565 ha. Tujuan dari tulisan ini adalah mereview potensi dan perkembangan jeruk keprok Batu 55 di Indonesia. Keunggulan dari jeruk keprok Batu 55 adalah cita rasa yang manis segar, kandungan vitamin C tinggi, penampilan kulit buah yang berwarna kuning oranye, cara budidaya yang tidak sulit dan rajin berbuah. Sampai saat ini jeruk keprok Batu 55 telah berkembang ke luar daerah Jatim yaitu di Jateng, Jabar, Sumut, Jambi, Sulsel, Papua dan Aceh dengan total benih tersebar minimal sebanyak 414.425 (Empat Ratus Empat Belas Ribu Empat Ratus Dua Puluh Lima) pohon atau setara luasan 828 ha. Untuk menghasilkan benih sebar jeruk keprok Batu 55 yang bermutu maka sumber entris (batang atas) harus diambil dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT). BPMT jeruk keprok Batu 55 telah tersebar ke penangkar dan BBI di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah pohon sebanyak 2.985 (Dua Ribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Lima). Kemampuan pohon induk ini untuk menghasilkan benih sebar (x 500) sebanyak 1.492.500 (Satu Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Lima Ratus) pohon setara untuk pengembangan baru seluas 2.985 ha. Untuk menjamin keberhasilan pengembangan baru jeruk keprok Batu 55 di lapang, maka langkah-langkah strategis yang harus dilakukan adalah sosialisasi, pemagangan/pelatihan, pendampingan teknologi dan koordinasi/komunikasi. Peluang jeruk keprok Batu 55 untuk bersaing dengan jeruk impor di pasar cukup terbuka mengingat rasa yang enak, lebih segar, disukai konsumen, lebih sehat dan harga yang tidak mahal.
Kata kunci : keprokisasi, jeruk keprok Batu 55, varietas unggul

ABSTRACT
The current government program for yellow skin citrus development is aimed for substitution of imported citrus fruits as well as reduction on domination of tangerines. Indonesia Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) through Indonesian Citrus and Subtropical Fruits Research Institute (ICSFRI) has produced many high yielding varieties of yellow skin. Mandarin cv Batu 55 is one of the high yielding varieties of citrus in Indonesia and is a prime variety in East Java, with a development center in Malang and Batu that covers about ± 565 ha. The purpose of this paper is to review the potency and development of mandarin cv Batu 55 in Indonesia. Mandarin cv Batu 55 has many good qualities such as sweet taste, high vitamin C content, yellow skin, relatively easy maintenance, as well as high yielding. Currently, mandarin cv Batu 55 has grown to other regions, namely Central Java, East Java, West Java, North Sumatra, Jambi, South Sulawesi, Papua and Aceh, with a total minimum of 414.425 seeds dispersed that equivalent to cultivation area of 828 ha. To produce quality seed for mandarin cv Batu 55, the source of scion should be taken from Shoot Bud Multiplication Block. Approximately, there were 2.985 of Shoot Bud Multiplication Block of mandarin cv Batu 55 has been distributed to most seed producers and Central Seed Agency in all over Indonesia. The mother plant could produce about 1.492.500 certified seeds for new development area of 2.985 ha. To ensure the successful new development of mandarin cv Batu 55 in the field, the strategic steps that must be done is socialization, apprenticeship / training, technology assistance and coordination / communication. The opportunities of mandarin cv Batu 55 to compete with imported citrus fruits in the market is quite open considering it has good taste, fresh, preferred by consumers, healthier and inexpensive price.

Keywords: “Keprokisasi”, mandarin cv Batu 55, prime variety

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event