Kepala Balitbangtan: “Bekerja Harus Ada Sejarah, Jangan Biarkan Berlalu Begitu Saja”

 

20160803_204312

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS membuka Forum Ketatausahaan Balitbangtan pada Rabu, 3 Agustus 2016 di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.

Dalam pesannya, Kepala Balitbangtan menekankan bahwa institusi penelitian harus mempunyai supporting system yang kuat. Support system dibutuhkan untuk memghantarkan kesuksesan dimana arahan menuju sukses dibuat sedemikian rupa sehingga semua komponen menjalankannya dalam satu bahasa.

Lebih lanjut Muhammad Syakir memberikan contoh konkrit dimana untuk menciptakan peneliti yang handal, sistem pendukungnya harus bagus. Peneliti tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kerjasama antar komponen. Jangan biarkan peneliti mati fungsionalnya, harus ada upaya khusus agar hal seperti ini tidak terjadi.

Semua peneliti dan tenaga pendukungnya pada tataran yang sama, memiliki andil yang sama, namun fungsinya berbeda. Beliau mengibaratkan seperti permainan sepakbola, dalam sebuah tim harus ada yang menjadi penyerang, ada yang menjadi penjaga gawang, pemain tengah, pemain belakang, dan juga pelatih (manajer).

ZHF_0042Pembinaan SDM dari program SMARTD sekarang ini masih menjadi prioritas Balitbangtan. Kedepan, porsi non-peneliti yang disekolahkan harus ditambah, selama ini memang fokus masih ke tenaga peneliti, terutama untuk menyekolahkan ke luar negeri. Padahal upgrade SDM di bidang manajemen di TU, kepegawaian, bendahara dan administrasi juga penting untuk mendukung kinerja peneliti. Banyak peneliti yang tidak bisa optimal karena justru disibukkan dengan jabatan struktural.

Jabatan Ketua Kelti dan Ketua Program memang mengharuskan kompetensi peneliti yang tinggi, namun jabatan lain seperti KSPHP (Yantek), bahkan Kepala Balai lebih ke sisi manajemen. Orang yang dipilih harus yang mempunyai skill manajemen yang mumpuni dan visioner.

Hal yang menarik adalah bahwa beliau juga menyoroti suasana kantor yang kondusif sampai hal detail. Dimana kantin harusnya bisa dihidupkan untuk memberi pelayanan terbaik bagi karyawannya. Peran dharma wanita juga harus ditingkatkan lagi sehingga pegawai betah di kantor karena kantor mempunyai aktifitas yang melibatkan banyak anggotanya. Bekerja harus ada sejarah yang bisa dibanggakan. Jangan dibiarkan berlalu begitu saja. Tinggalkanlah sistem yang bagus dan hal itu terus berjalan di masa depan tentunya akan menjadikan ladang pahala walau kita sudah purna.

Dalam penutup sambutannya, Muhammad Syakir menekankan bahwa arahan Balitbangtan dan sasaran capaian institusi semua harus diketahui pegawai. Bukan hanya peneliti saja, atau Kepala TU saja. “Kita bergerak dalam bahtera besar, bukan masing-masing dalam sekoci yang berjalan sendiri-sendiri”. Beliau terus mengajak adanya peningkatan kinerja berbasis output. Sesba Balitbangtan Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. yang menjadi moderator dalam acara pembukaan ini juga menekankan agar Balitbangtan menjadi pengungkit prestasi Kementerian Pertanian. [z@in]

ZHF_0037

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event