Kembangkan Jeruk Keprok, Petani dan Petugas Kabupaten Magetan Studi Lapang di Balitjestro

 

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengadakan studi lapang ke Balitjestro, Kamis 10/8/2017.  Kegiatan yang diikuti 30 peserta yang terdiri dari petugas dan petani ini bertujuan untuk pengembangan kawasan jeruk keprok di Kabupaten Magetan.

Dalam  kunjungan lapang ini disampaikan materi budidaya jeruk sehat oleh Ir. Sutopo, M.Si di Kebun Percobaan Punten. Dalam mengembangkan jeruk perlu adanya teknologi budidaya yang tepat agar dapat berproduksi tinggi dan tanaman tetap terjaga. Materi tersebut meliputi, pemilihan varietas, penanaman, pemupukan pemangkasan, pengendalian hama penyakit, panen sampai dengan pasca panen.

Dalam mengelola kebun jeruk perlu diterapkan paket teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS). PTKJS ini sendiri meliputi lima komponen teknologi yaitu, menggunakan benih jeruk berlabel biru yang bebas CVPD, Pengendalian vector CVPD/kutu loncat/ Diaphorina citri, sanitasi kebun, pemeliharaan optimum, dan konsolidasi pengelolaan kebun.

Selanjutnya petugas dan petani mengunjugi Kebun Percobaan (KP) Banaran untuk melihat inovasi teknologi yang diterapkan dalam budidaya jeruk. Disini dapat dilihat penerapan teknologi budidaya antara lain cara mempercepat  pembungaan, pengendalian hama penyakit, pemupukan serta pemeliharaan rutin lainnya.

Disini perserta juga melakukan praktek pemijatan dan pelengkungan pada tanaman jeruk keprok untuk mempercepat pembungaan dengan dipandu oleh kepala KP Banaran Ady Cahyono, SP. Teknik ini bertujuan untuk mempercepat produksi jeruk keprok yang biasanya berbuah 4 tahun bisa lebih cepat.

Dengan kegiatan ini harapannya petugas dan petani dapat mengadopsi teknologi yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk mengembangkan jeruk di daerahnya. Penerapan teknologi penting untuk menjaga tanaman untuk tetap sehat dan berproduksi dengan baik. Selain itu akan mampu mengendalikan serangan hama dan penyakit yang menyerang jeruk sehingga umur produksi akan lebih lama dan berimbas pada peningkatan pendapatan petani. (fjr)