Kembangkan Anggur, LPTP KEPRI Jajaki Kerjasama dengan Balitjestro

LPTP KEPRI Jajaki Kerjasama Anggur dengan Balitjestro

Senin 21 September 2015, Balitjestro kedatangan tamu dari Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Kepulauan Riau (KEPRI) yaitu Dr. Lutfi Izar, SP, MSc dan Drs. Supriadi. Kedatangan ke 2 peneliti tersebut selain untuk bersilaturahmi adalah menjajaki kerjasama pengembangan anggur di wilayah KEPRI. Drs. Supriadi menjelaskan bahwa di wilayah KEPRI hasil utamanya adalah di bidang perikanan karena sebagian besar wilayah berupa kepulauan, sektor pertanian merupakan sektor yang strategis terutama di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kota Batam. Disamping palawija, dan hortikultura, tanaman lain seperti kelapa, kopi, gambir, nenas serta cengkeh sangat baik untuk dikembangkan.

Tanaman hortikultura yang sudah dikembangkan adalah bawang merah dan buah naga. Mengingat iklim di wilayah darat KEPRI yang mirip dengan daerah Probolinggo, maka LPTP Kepulauan Riau berminat untuk mengembangkan tanaman anggur. Selain kesamaan agroklimat, peluang pasar untuk perdagangan anggur masih sangat terbuka, melalui Batam pemasaran produk dapat didistribusikan ke Singapura, sedangkan melalui Karimun produk dapat didistribusikan ke Malaysia. Dan kebutuhan dan keperluan daerah sendiri masih cukup banyak, anggur yang ada selama ini berasal dari impor.

Tamu diterima oleh Koordinator Jaslit beserta Koordinator Kebun Banjarsari. Dijelaskan bahwa komoditas mandat Balitjerstro selain jeruk, apel, lengkeng dan stroberi adalah anggur. Di Indonesia, tanaman anggur tumbuh baik di dataran rendah, dengan sentra produksi di Probolinggo dan Bali. Salah satu kebun Balitjestro yang mempunyai tugas untuk mengkoleksi plasma nutfah anggur dan sebagai sentra perbenihan anggur adalah Kebun Percobaan (KP) Banjarsari yang berkedudukan di Probolinggo.

Pengembangan Anggur KepriKoleksi tanaman anggur yang ada di KP Banjarsari berjumlah 51 aksesi, yang telah dikoleksi mulai tahun 80-an hingga kini. Beberapa koleksi tanaman anggur yang sudah dilepas sebagai varietas unggul nasional adalah varietas Bali, Probolinggo Biru 81, Probolinggo Super, Kediri Kuning dan Prabu Bestari, beberapa aksesi lain berpotensi menjadi calon varietas unggul baru.

Dibandingkan dengan tanaman jeruk yang merupakan komoditas prioritas nasional, perkembangan penelitian tanaman anggur memang perlu ditingkatkan lagi, masih banyak masalah-masalah yang harus segera dicarikan pemecahannya. Balitjestro sangat terbuka apabila LPTP KEPRI akan bekerjasama mengembangkan tanaman anggur di daerahnya, jika terlaksana ini sangat membantu Balitjestro dalam rangka melengkapi kegiatan penelitian tanaman anggur yang ada dan merupakan bagian dari proses diseminasi inovasi teknologi.

Setelah dari Balitjestro, peneliti LPTP KEPRI mengunjungi KP Banjarsari, Probolinggo. Oleh koordinator kebun Sukadi SP dijelaskan tentang Tupoksi dan sejarah  KP Banjarsari, jumlah koleksi tanaman anggur yang ada serta kendala/permasalahan tanaman anggur di Indonesia. Tamu diajak keliling kebun untuk melihat pertanaman anggur di lapang dengan penjelasan secara singkat tentang teknik budidaya anggur dengan menggunakan para-para dan sistim pagar. Buah anggur yang mulai masak sempat dicicipi oleh tamu. Setelah mengunjungi lapang, tamu diajak melihat perbenihan anggur, dijelaskan tentang sistim perbenihan anggur menggunakan stek dan melihat observasi perbenihan anggur menggunakan batang bawah.

Sebagai langkah awal kerjasama ini, peneliti LPTP KEPRI membawa 25 tanaman anggur yang terdiri dari 3 varietas yaitu Probolinggo Super, Kediri Kuning dan Prabu Bestari yang akan segera ditanam dalam skala demoplot. Dari tanaman anggur nanti akan dievaluasi pertumbuhannya dan apabila prospektif, LPTP akan menyampaikan usulan pengembangan anggur ke dinas pertanian setempat.

 

Berita dan Foto: Agus Sugiyatno

Related Post

Tinggalkan Balasan