Kelompok Tani “Margo Tani” Belajar Teknologi Budidaya Jeruk Sehat

banjar
Ir.Sutopo, Msi menjelaskan teknologi budidaya jeruk kepada kelompok tani “Margo Tani”

Pengembangan Jeruk Keprok Batu 55 di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah telah dimulai pada tahun 2012 dengan lahan seluas 10 ha di desa Kubang kecamatan Wanayasa. Pada tahun ini juga direncanakan pengembangan seluas 50 ha di seluruh wilayah kabupaten Banjarnegara yang tersebar dalam 6 kecamatan. Petani desa Kubang kecamatan Wanayasa yang terhimpun dalam kelompok tani Margo Tani menyambut dengan antusias upaya pemerintah kabupaten Banjarnegara untuk mengembangkan jeruk Keprok Batu 55. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran anggota kelompok tani Margo Tani di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Tlekung hari ini untuk menimba informasi tentang budidaya tanaman jeruk. Kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana konsultasi untuk mengatasi kendala  yang dihadapi oleh petani di lapangan.

Sebanyak 52 orang anggota kelompok tani Margo Tani mengikuti kegiatan studi wisata ke Balitjestro  didampingi oleh Kepala Desa Kubang, Bapak Tuslam AM. Setelah disambut oleh Plh Kepala Balitjestro Ir. Emi Budiyati, seluruh peserta berkeliling kebun untuk mengetahui secara langsung dan membandingkan kondisi tanaman jeruk yang optimal maupun yang kurang optimal. Konsultasi dan diskusi juga dilaksanakan dilapangan dengan dipandu oleh peneliti Balitjestro Ir. Sutopo. M.Si. yang pernah mengunjungi dan mengamati kondisi tanaman jeruk di desa Kubang. Petani juga berkesempatan untuk memetik jeruk keprok Batu 55 di lokasi visitor plot budidaya jeruk KP Tlekung.

Tahun ini, anggota kelompok tani Margo Tani sudah menyiapkan lahan seluas 15 ha untuk dikembangkan sebagai kawasan jeruk keprok Batu 55. Peran aktif petani memang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan kawasan jeruk keprok batu 55 di wilayah Kabupaten Banjarnegara. (UNT/Balitjestro)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event