Kelompok Tani Glatik Belajar Budidaya dan Perbenihan Jeruk Bebas Penyakit

Para petani tampak antusias mendengarkan penjelasan tentang budidaya jeruk yang disampaikan Hadi Mulyanto, SP
Para petani tampak antusias mendengarkan penjelasan tentang budidaya jeruk yang disampaikan Hadi Mulyanto, SP

Untuk meningkatkan pengetahuan dalam perbenihan dan budidaya jeruk bebas penyakit, Kelompok Tani Glatik yang berjumlah  50 orang dari Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi melakukan studi banding ke Balitjestro hari ini, Rabu 04/03/2015.

Dalam kegiatan tersebut Mujianto  selaku petugas pendamping sekaligus  koordinator  mengharapkan para petani mendapat pengetahuan mengenai inovasi teknologi jeruk yang dihasilkan untuk diterapkan disana terutama mengenai perbenihan dan budidaya jeruk yang benar.  Karena sebagian besar petani masih menggunakan benih tanpa label atau asal-asalan yang berakibat kualitas benih kurang bagus dan umur produksi pendek. Selain itu dalam pengelolaannya perlu diberi ilmu tentang budidaya yang benar.

Kepala Balai Dr.Ir. Joko Susilo Utomo, MP  menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para petani yang jauh-jauh datang dari Banyuwangi  untuk menimba ilmu di Balitjestro walaupun hanya sehari. Kemudian diharapkan agar produksi jeruk di Banyuwangi dapat didistribusikan ke daerah lain sehingga dapat mengurangi peredaran jeruk impor karena banyuwangi dikenal sebagai sentra jeruk siam di Indonesia.Selain itu dalam kunjungan singkat ini ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan di sana. Selanjutnya    disampaikan tentang inovasi teknologi jeruk yang telah dihasilkan Balitjestro oleh Ir. Agus Sugiyatno, MP. Inovasi ini untuk mendukung pengembangan kawasan jeruk di Indonesia untuk dapat diadopsi oleh petani maupun pelaku agribisnis jeruk lainnya dalam rangka penguatan komoditas jeruk secara nasional.

Kemudian para petani juga diberi wawasan mengenai perbenihan dan budidaya jeruk bebas penyakit yang disampaikan Hadi Mulyanto, SP. Dalam materi tersebut disampaikan berbagai teknik dalam perbenihan dan  budidaya jeruk yang sehat. Para petani dapat menyerap ilmu yang mungkin selama ini belum diterapkan disana. Peserta juga diajak secara langsung ke kebun untuk melihat dan mngamati bagaimana pengelolaan kebun yang benar dengan penerapan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS). Bagaimana pemilihan bibit yang benar, pemeliharaan yang benar, pengendalian hama dan penyakit sehingga hasil produksi meningkat.[fajar/balitjestro]

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event