Kekayaan Sumber Daya Hayati Indonesia Perlu Dikelola dengan Benar

Seminar Biodiversitas 2014

Sudah bukan rahasia lagi bahwa negara Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya hayati yang melimpah. Hal ini disebabkan oleh letak geografis yang beraneka ragam, mulai dari lautan sampai dengan pegunungan terbentang antara Sabang sampai Merauke. Dengan ekologi yang beragam maka hewan dan binatang yang bertempat tinggal diatasnya juga beragam jenisnya.

Sumber daya hayati yang melimpah tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, salah satunya adalah untuk ketahanan pangan. Ketahanan pangan merupakan isu internasional dikarenakan populasi penduduk dunia terus meningkat. Untuk mewujudkan hal itu perlu pengelolaan dengan benar, jika tidak maka kekayaan sumber daya hayati tidak akan berarti apa-apa.

Topik inilah yang diangkat dalam seminar Biodivesitas yang diselenggarakan oleh Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta pada tanggal 15 November 2014. Seminar ini merupakan seminar yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai wujud sumbangsih para akademisi dan peneliti terhadap pengelolaan sumber daya hayati yang melimpah di Indonesia.

Sebagai pembicara dalam seminar tersebut adalah Dr. Ir. Supriyanto (Diversifikasi komoditas tanaman pangan untuk menopang ketahanan pangan di Indonesia), Prof. Drs. Suranto, M. Sc. , Phd. (Perkembangan riset dan teknologi dalam mendukung pengelolaan biodiversitas sebagai solusi masalah pangan) dan Dr. Drs Sudarmaji, MP (Peningkatan produksi dan memasyarkatkan sumber pangan lokal untuk menuju ketahanan pangan nasional).

Acara seminar diikuti oleh akademisi perguruan tinggi dan peneliti lembaga penelitian dari seluruh Indonesia. Balitjestro sebagai pengelola plasma nutfah tanaman jeruk dan buah subtropika ikut berperan serta dalam acara seminar tersebut baik sebagai pemakalah oral maupun poster. Ada dua komoditas yang ditulis oleh peneliti Balitjestro dalam acara tersebut yaitu Stroberi dan Lengkeng.

Pengelolaan sumber daya hayati haruslah berkelanjutan dan bersinergi antar komponen pendukung. Seminar Biodiversitas hanyalah sebagian kecil dari upaya untuk mendukung hal tersebut, masih banyak hal yang perlu dilakukan agar harapan sumber daya hayati terkelola dengan benar dapat terwujud. (Fanshuri, BA/Balitjestro)

Tinggalkan Balasan