Kebijakan Pengembangan Agribisnis Jeruk Siam Pontianak Di Kalimantan Barat

(Strategy of Tangerine cv. Siam Pontianak Agribusiness Development in West Kalimantan)

Tatang M. Ibrahim, A. Musyafak, dan Azri
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat

ABSTRAK
Usahatani Jeruk Siam Pontianak di Kalimantan Barat dilakukan di lahan pasang surut yang mempunyai iklim tropis basah dan mayoritas berada di Kabupaten Sambas. Wilayah penanaman paling besar meliputi 7 kecamatan di Kabupaten Sambas, yaitu Tebas, Pemangkat, Selakau, Tujuh Belas, Sambas, Jawai, dan Teluk Keramat. Masa kejayaan usahatani Jeruk Siam Pontianak terjadi pada tahun 1992 dengan luas pertanaman sekitar 21.000 hektar, tanaman produktif sekitar 15.000 hektar, dan produksi total mencapai 234.059 ton/tahun. Pada tahun 1993 total tanaman produktifmencapai 15.559 ha dengan produksi 268.985 ton. Peranan jeruk dalam menyediakan lapangan kerja cukup besar. Jumlah kelompok tani yang berperan aktif dalam usahatani jeruk sekitar 223 kelompok tani, yang melibatkan sekitar 28.000 petani, dan menyediakan lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja terutama dalam kegiatan pembersihan lahan, pemupukan, buruh petik, transportasi, pembuat keranjang/peti, supir truk, dan sebagainya. Peranan jeruk terhadap perekonomian Kalimantan Barat cukup signifikan, yaitu mencapai Rp 50 milyar (total PDRB Tanaman Pangan Rp 400,5 milyar). Pada tahun 1994 total produksi menurun menjadi 152.824 ton yang diakibatkan oleh penurunan luas tanam. Penurunan produksi secara drastis terjadi pada tahun 1997 yaitu 27.960 ton atau turun 81,70% (dibanding tahun 1994). Penyebab hancurnya usahatani jeruk Siam yaitu (1) aspek pemasaran yang bersifat duopoli (monopoli dan monopsoni) sebagai pembeli tunggal dari PUSKUD menyebabkan harga jatuh; (2) aspek serangan CVPD, Phytophthora, Diplodia, daun soma, dan Meliola; (3) aspek interusi air laut; (4) aspek peremajaan yang tidak dilakukan karena harga hancur. Strategi pengembangan agribisnis jeruk Siam Pontianak didesain pada setiap subsistern agribisnis yang terdiri dari (1) subsistem pengadaan sarana produksi, teknologi dan pengembangan sumber daya manusia; (2) subsistem usahatani; (3) subsistem pengolahan hasil pertanian atau agroindustri; (4) subsistem pemasaran hasil pertanian; dan (5) subsistem pendukung (prasarana dan pembinaan).
Kata kunci: Jeruk Siam Pontianak, agribisnis, produktivitas, pemasaran.

ABSTRACT
Tangerine cv. Siam Pontianak farming system in West Kalimantan was conducted at tidal land which have wet tropical climate and primarily located in Sambas district. The largest growing area included seven sub-district throughout Sambas territory, namely: Tebas, Pemangkat, Selakau, Tujuh Belas, Sambas, lawai, and Teluk Keramat. The glory era of tangerine cv. Siam Pontianak farming system occurred in 1992 with planting width approximately 21.000 ha, productive plant was about 15.000 ha, and total production reached 234.059 tons/year. In 1993 total productive plant was up to 15.559 ha with 268.985 tons in production. The number of farmer group who actively participate in citrus farming system was about 223 groups which involve about 28.000 farmers, and avail the work place for a thousand of labors particularly in the work of land clearing, fertilization, pluck labor, transportation, basket/case maker, truck driver, and so on. The role of citrus to the West Kalimantan economy is quite significant, that is to reach Rp. 50 billions (total GDP for food crop is Rp. 400,5 billions). In 1994, total production decreased to 152.824 ton which resulted by declining of plant width. Production decrease drastically occurred in 1997, that is 27.960 ton or dropped at 81,70% (compared in 1974). The cause Mandarin citrus farming system dropped due to (1) duopoly marketing aspect (monopoly and monopsony) as the single buyer from PUSKUD (Center for Village Unit Enterprise) which result in down price.; (2) aspect of CVPD attack, Phytophthora, Diplodia, soma leaf, and Meliola; (3) aspect of sea water intrusive; (4) no aspect of rejuvenation done due to down price. A development strategy of tangerine cv. Siam Pontianak agribusiness was designed on each agribusiness subsystem which consist of (1) procurement subsystem for production tools, technology and manpower development; (2) farming system subsystem; (3) agriculture yield processing subsystem or agro-industry; (4) marketing subsystem of agriculture yield; and (5) supporting subsystem (infrastructure and management).
Keywords : Tangerine cv. Siam Pontianak, agribusiness, productivity, marketing.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event