Kawalan Teknologi Untuk Pengembangan Kawasan Jeruk di Sumatera Barat

solok2Untuk pengembangan kawasan agribisnis jeruk di Provinsi Sumatera Barat dilakukan pengawalan teknologi badan Litbang Pertanian melalui UPT Balitjestro dengan mengirimkan tenaga teknisi untuk memberikan materi tentang pengelolaan budidaya jeruk yang sehat. Dalam kesempatan tersebut penugasan dilakukan oleh Setiono, SP berdasarkan surat tugas dari Ka Balitjestro  Nomor B-490/Balitjestro/I.3.4/KP.340/04/2013 Dalam sosialisasi dilakukan pemberian materi dan dilanjutkan dengan praktek pengelolaan tanaman jeruk di lapang.Sosialisasi di Kabupaten Solok Selatan diberikan dalam ruangan / rumah grading kemudian dilanjutkan ke kebun petani dan demoplot tanaman produksi ( umur 6 th),  sedangkan di Kabupaten Agam diberikan di lokasi demoplot tanaman mulai produksi ( umur 4 th)..Kemudian sosialisasi dilanjutkan di Kabupaten Agam Kabupaten Agam berada pada ketinggian 850-1600 m dpl. dengan mata pencaharian penduduk 84 % disektor pertanian, dengan Motto : menanam tanaman yang hijau, memelihara ternak yang banyak. Luas pertanaman jeruk di Kecamatan Baso 125 ha, populasi di Desa/Nagari Koto Tinggi  yang sudah berproduksi mencapai  42 ha, sedangkan yang belum berproduksi seluas 41 ha, sedangkan 42 ha berada di Nagari Sato.  Varietas jeruk yang ditanam Siam Madu  ( sesuai dengan agroklimat dan program nasional untuk menghasilkan buah jeruk berwarna kuning-orange) . Disamping melakukan sosialisasi ke 2 kabupaten tersebut, berkesempatan pula mengunjungi  kebun Percobaan milik BPTP Sumbar di Sukarami, Solok dan di Sitiung, Kabupaten Dharmasraya untuk memantau kondisi tanaman jeruk yang baru ditanam untuk demoplot  Hasil kunjungan dikebun dapat dijelaskan bahwa dianjurkan untuk membongkar tanaman yang sakit, meranggas dan kurus, dilakukan pemupukan pada tanaman yang masih baik, dilakukan pemangkasan tanaman, apabila memungkinkan dilakukan top working diganti dengan varietas yang komersial ( misalnya Keprok Kacang atau Siam Gunung Omeh. Untuk itu dilakukan bimbingan teknis kepada tenaga teknisi BPTP untuk menerapkan pengelolaan budidaya jeruk yang sehat. (Setiono, SP/Fajar)

Related Post

Tinggalkan Balasan