Kawalan Teknologi Untuk Gerakan Pengembangan Jeruk Kisar

Untuk mendukung pengembangan Jeruk Kisar di daerah asalnya dilakukan kegiatan pendampingan teknologi  jeruk beberapa waktu yang lalu. Pendampingan dari Balitbangtan melalui UPT Balitjestro dikerjakan oleh Ir. Agus Sugiyatno, MP dan Setiono, SP di Pulau Kisar, Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Program yang dinamakan Gerakan Pengembangan Jeruk Kisar (Gerbang Jekis) merupakan strategi, langkah dan upaya untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai dalam pengembangan Jeruk Kisar, yang dalam implementasinya mensinergikan berbagai sektor yang terkait.

Lokasi program ini adalah di Pulau Kisar Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dalam 2(dua)wilayah  Kecamatan, yaitu : Kecamatan Pulau Pulau terselatan dan Kecamatan Kisar Utara,meliputi 9 Desa dan 7 Dusun.Kegiatan ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari pejabat pemerintah daerah setempat, pemuka masyarakat, agama dan petani jeruk kisar.

Dalam kegiatan ini dilakukan sosialisasi tentang pengelolaan jeruk kisar yang meliputi perbenihan, budidaya dan pengendalian hama penyakit. Dari kegiatan ini diketahui bahwa pengelolaan kebun jeruk di Pulau Kisar masih mempunyai berbagai kendala yaitu belum digunakannya teknologi budidaya yang benar.

Salah kendala yaitu petani masih menggunakan biji untuk perbanyakannya belum menggunakan alur perbenihan yang benar. Dengan demikian kualitas benih yang dihasilkan belum bagus dan rentan terhadap penyakit. Sehingga apabila ditanam dikhawatirkan tidak mampu berumur panjang dan produksinya kurang karena belum bebas penyakit. Dengan kegiatan ini diberikan teknologi perbenihan jeruk bebas penyakit  untuk dapat diadopsi oleh petani maupun penangkar yang ada dalam membuat benih jeruk yang sehat.

Kegiatan pendampingan teknologi bagi petani jeruk di Pulau Kisar

Setelah pemberian materi kegiatan, dilakukan praktek penerapan teknologi di lapang. Di sini masyarakat petani diajarkan tentang penerapan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) untuk diaplikasikan di kebun. Di lapang diajarkan teknologi budidaya antara lain pemangkasan pemeliharaan, kemudian pengendalian penyakit terutama blendok/diplodia yang banyak menyerang tanaman dan teknologi lain yang sesuai dengan PTKJS. Kemudian beberapa sampel dari tanaman jeruk dibawa untuk diuji di Lab Pengujian Penyakit Balitjestro untuk mengetahu apakah tanaman terserang penyakit sistemik atau tidak.

Ke depan harapannya masyarakat dan petani di Pulau Kisar dapat mengadopsi teknologi yang dihasilkan balitbangtan agar tanaman jeruk dapat terjaga, hasil produksi meningkat dan tetap lestari.Dukungan dari pemerintah dan masyarakat petani sangat diharapkan agar pengembangan kawasan jeruk Kisar dapat berhasil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Pulau Kisar.(Fjr/sumber: Ir.Agus Sugiyatno, MP dan Setiono, SP)

Agenda

no event