Kawalan Teknologi Keprok Borneo Prima di Kabupaten Berau

Para petani di Berau diberikan materi pemangkasan bentuk oleh Dwi Agung Susanto, SP pada tanaman yang belum menghasilkan
Para petani di Berau diberikan materi pemangkasan bentuk oleh Dwi Agung Susanto, SP pada tanaman yang belum menghasilkan

Kabupaten Berau terletak di Provinsi Kalimantan Timur. Wilayah Berau sendiri memiliki hasil alam yang cukup besar seperti sawit, karet, kakao dan tanaman perkebunan lainnya. Selain itu dengan wilayah yang masih cukup luas memungkinkan kabupaten ini untuk  mengembangkan komoditas lain di sini.

Salah satu program pengembangan yang dilakukan adalah tanaman hortikultura yaitu  jeruk keprok Borneo Prima untuk di kembangkan di sana. Jeruk ini berasal dari Kalimantan Timur dan cocok ditanam di dataran rendah.

Tanaman Jeruk Keprok Borneo Prima yang berada di Kabupaten Berau ini dari berbagai umur mulai dari 2 tahun, 3 tahun dan 4 tahun secara umum pertumbuhannya cukup baik. Lokasi tanaman jeruk semuanya berada di Kec. Tabalar di Desa Tubaan dan Desa Suka maju. Di Desa tubaan tanamannya berumur 2tahun, 3 tahun dan 4 tahun, dan di Desa Suka Maju semuanya berumur 2 tahun. Jenis tanah yang ada diwilayah tanaman jeruk adalah PMK Kawalan teknologi saat ini di prioritaskan pada tanaman yang berumur 4 tahun dengan luas ± 50 ha dan yang sedang berbuah seluas ± 36 ha dengan prosentase pohon berbuah ± 60% dan ditanam oleh petani yang terhimpun dalam Kelompok Tani yang ada di Desa Tubaan Kec. Tabalar.

Luas kebun yang tanamannya saat ini sedang berbuah mencapai ± 36 ha dengan prosentasi pohon yang berbuah ± 60%. Kondisi buah saat ini sebesar kelereng atau kurang lebih berumur 2 bulan dari bunga mekar. Kondisi pemeliharaan tanaman dikebun saat ini ada yang baik, sedang dan ada yang belum baik.

Mayoritas petani yang ada masih banyak yang belum memperhatikan masalah kebersihan kebun. Padahal kebersihhan kebun erat sekali hubungannya dengan kesuburan tanaman dan kesehatan tanaman. Untuk itu perlu adanya pembinaan dari instansi terkait untuk mengatasi hal tersebut.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya jeruk ,Balitjestro menugaskan Dwi Agung Susanto, SP melakukan pendampingan teknologi disana. Teknologi budidaya diberikan kepada petani maupun petugas antara lain pemangkasan, pemeliharaan buah pada fase pentil, pengendalian hama penyakit dan menjaga kebersihan kebun. Dengan adanya kawalan teknologi ini diharapkan tanaman jeruk dapat berproduksi dengan baik bebas dari penyakit. Selain itu petani maupun petugas diharapkan mengimplementasikan materi yang telah diberikan untuk memelihara jeruk Keprok Borneo Prima agar tetap terjaga dan lestari.

Related Post

Tinggalkan Balasan