Kawalan Teknologi dalam Rangka Perbaikan Mutu Buah Anggur PTPN XII

[cml_media_alt id='2194']ptpn anggur[/cml_media_alt]Salah satu dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balitjestro yang ditetapkan didalam program kegiatan adalah pengawalan penerapan inovasi teknologi di sentra produksi Hortikultura yang termasuk didalamnya adalah komoditas anggur.PTPN XII salah satu pengguna teknologi sebagai mitra Balitjestro telah mengembangkan komoditas anggur sejak Januari 2010 sebanyak 5.000 tanaman terdiri 3 ( tiga ) varietas pada lahan 10 ha. Agar hasil pelaksanaan penerapan tekonolgi  budidaya komoditas anggur dimaksud dapat tercapai sesuai harapan maka  pengawalan dari Balitjestro sangat diperlukan.Dari pengawalan ini akan diperoleh informasi sebagai bahan evaluasi dan mencari solusi permasalahan yang timbul dilapang. Untuk tujuan dimaksud maka Kepala Balitjestro  menugaskan staf teknis untuk melaksanakan tugas pengawalan tersebut.

Tujuan dari kegiatan pengawalan ini adalah untuk melihat kondisi lapang budidaya anggur yang dilaksanakan oleh PTPN XII dilokasi tersebut guna memberikan masukan untuk memecahakan masalah yang dihadapi kebun tersebut, serta bahan evaluasi  dan perbaikan selanjutnnya dapat dilaksanakan.Dalam pelaksanaan pengawalan ditemukan beberapa permasalahan yang harus diperbaiki dalam pemeliharaan tanaman anggur di kebun PTPN XII. Adapun permasalahan tersebut antara lain :

  • Serangan OPT Utama. Serangan penyakit embun tepung Powdery myldew   yang disebabkan  oleh   jamur Uncinula necator dan Hama burung. Pestisida yang telah digunakan belum efektif
  • Varietas Kediri Kuning yang buahnya mudah protol dan Prabu Bestari berbiji banyak ( 3 -4/butir buah  ) tidak bisa diterima Grosir “ Total Buah “ diperhitungkan secara usaha tani tidak menguntungkan.
  • Belum mempunyai tenaga trampil untuk melaksanakan penyambungan
  • Belum efektipnya perlakuan penyemprotan GA3 20 ppm   untuk penjarangan buah.
  • Permintaan rasa manis PT Total Buah pada varietas Jestro Ag 60

Untuk memecahkan permasalahan tersebut perlu dilakukan beberapa hal.  Untuk menghentikan  serangan penyakit embun tepung Powdery myldew   yang disebabkan  oleh jamur Uncinula necator dilakukan penyemprotan dengan fungisida (bahan aktif fenarimol 120 g/l ) dosis anjuran ,interval 3 hari sekali, 2 – 3 kali penyemprotan berturut-turut . Apabila tepung putih yang menutup buah ( spora fungi ) nampak kecoklatan ( kering ) fugisida bisa bergantian dengan Antaracol 70 WP ( b.a propinep 70 % ). Bersamaan dengan pengendalian penyakit embun tepung juga mengendalikan serangan hama Thrips dan Mites , dengan menambahkan insektisida  ( bahan aktif .abamektin 18,4 g/l ) atau insektisida ( bahan aktif. Imidakloprit  25 % ) dengan akarisida  ( piridaben 135 g/l ) ,dosis sesuai anjuran dan ditambah diterjen powder 1 kg / 500 lt larutan semprot ( 0, 2 % ) setiap penyemprotan sebagai perata dan penolak hama.

Selain itu untuk menunjang keberhasilan dalam pengendalian selain dengan penyemprotan juga dilakukan sortasi / membuang buah yang pecah akibat serangan penyakit ini, serta yang cacat, mengurangi daun dan ranting yang menutup  buah. Disamping itu itu menanggulangi hama burung perlu dilakukan pembungkusan terhadap buah anggur. Untuk penggantian varietas Kediri Kuning melalui penyambungan perlu  dioptimalkan pertumbuhannya agar tumbuh tunas vigor dengan pemupukan Urea 225 gr,  SP 36 180.gr dan  pupuk kandang 50 kg pohon) serta  pemeliharaan lain yang optimal. menerima barangkali bisa dipasarkan di Probolinggo. Jika dikehendaki untuk disambung lebih dahulu diperlakukan seperti varietas Kediri kuning, Untuk pelaksanaan penyambungan sebaiknya tenaga kerja/petugas lebih dahulu berlatih dahulu hingga cukup trampil, Untuk penjarangan deangan aplikasi GA3 perlu dicoba duhulu beberapa level konsentrasi 20 ppm, 40 ppm dan  50 ppm  pada beberapa pohon pada saat bunga mekar 50 % dan diulang saat bunga mekar 80 – 100 %. penuh ( GA3 kadar bahan aktip 12 % ). Untuk peningkatan rasa manis penambahan KNO3 perlu ditambah 25-25%.dari sebelumnya. Dengan upaya perbaikan seperti ini diharapkan tanaman anggur dapat berproduksi seperti yang diharapkan.

(Sumber: Basuki Jokosudarmanto, Kusnan, tim teknisi Balitjestro)

 

Related Post

Tinggalkan Balasan