Kawalan Teknologi Balitbangtan di Sentra Pengembangan Baru Kawasan Jeruk di Batang

Kegiatan dilaksanakan 3-5 November 2021 sebagai kegiatan lanjutan penerapan kerjasama antara Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang dengan Balitjestro yang sudah dirintis sejak tahun 2018. Kegiatan utama yang dilaksanakan dalam kerjasama ini adalah pendampingan teknologi yang dilaksanakan secara intensif kepada petani yang mendapat bantuan benih jeruk gratis Balitbangtan pada tahun 2018-2019. Dari Balitjestro yang ditugaskan kawalan teknologi kali ini yaitu Susi Wuryantini, Sukadi dan Kusnan.

Kunjungan lapang hari pertama dilaksanakan di beberapa lokasi pertanaman jeruk di dataran rendah dan medium untuk menggali permasalahan yang ada di lapang, memberikan pemecahannya dan sekaligus hal tersebut dapat dijadikan bahan diskusi pada pelatihan yang diselenggarakan.

Jumlah benih yang dialokasikan ke kabupaten Batang sebanyak 45.500, dengan lahan yang tertanami jeruk sebanyak lebih kurang 90 ha. Dengan adanya bantuan benih dari Balitbangtan dan dengan indikasi adanya keberhasilan beberapa petani yang menanam jeruk, maka hal ini meningkatkan minat petani untuk menanam jeruk dan menyediakan benih secara mandiri dengan membeli benih jeruk bermutu melalui mitra di KPRI Citrus. Kondisi ini menunjukkan bahwa petani di Batang sangat antusias terhadap komoditas jeruk.

Pelatihan klasikal untuk agribisnis jeruk dan anggur dikemas dalam model talk show dilaksanakan pada tanggal 4 November 2021 di KP4S Creative farm di desa Gumawang Kecamatan Pecalungan. Pada sesi pertama dikemukakan hasil kunjungan lapang dan permasalahan permasalahan yang ditemukan di lapang serta solusi yang disampaikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberi gambaran permasalahan umum yang kebanyakan dialami dalam budidaya jeruk.

Solusi yang disampaikan diharapkan dapat memberi gambaran kepada peserta pelatihan dalam melakukan budidaya di lahan masing-masing. Diskusi interaktif dilaksanakan dalam acara tersebut, sehingga transfer teknologi berlangsung dengan lebih efektif.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapang di beberapa lahan petani yang mendaftar untuk dikunjungi. Kunjungan dan pendampingan lapang dilaksanakan pada lahan jeruk mulai dataran rendah kurang dari 100 m dpl. sampai dataran tinggui 1400 m dpl dengan berbagai varietas yang ditanam. Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan kegiatan budidaya danagribisnis jeruk dan anggur di kabupaten Batang dapat berlangsung lebih dinamis, dan permasalahan yang ada segera mendapat solusi. [Susi_W]