Kawalan Tanaman Jeruk di Lokasi Food Estate Kalteng

Peneliti dan teknisi Puslitbang Hortikultura Balitjestro, Sutopo dan Kusnan melakukan pendampingan kawasan Food Estaste. Lokasi pendampingan yaitu di Belanti Siam, Pandih Batu, Kab. Pulang Pisau, Kalimantan Tengah khususnya untuk tanaman jeruk sebagai pendamping tanaman padi yang menjadi komoditas utama pengembangan Food Estate (28-31/10). Pendampingan ini untuk membekali petani yang telah menanam jeruk akhir tahun 2020 yang lalu dan memberikan solusi permasalahan.

Jeruk di Food Estate yang ditanam sebanyak 2000 di sekitar lahan sawah dah sekitar 500 di lahan pekarangan penduduk yang terintgrasi dalam Center of Excellent Balitbangtan. “Center of Excellent di desa Belanti Siam merupakan model ideal Food Estate yang disesuaikan kondisi petani dan peluang industri dengan konsep korporasi berupa klaster 1.000 hektar. 

Secara umum kualitas tanaman jeruk di lahan sawah yang ditanam di tepi jalan usahatani lebih baik dibandingkan dengan tanaman di lahan pekarangan, kecuali tanaman jeruk yang ditanam di tepi jalan utama. Berbekal pengalaman menanam jeruk di lahan sawah yang cukup baik, para petani mulai tertarik mengembangkan jeruk di lahan pekarangan secara mandiri yang akan dimulai pada akhir tahun ini.

Petani yang menerapkan teknologi anjuran, kualitas kebunnya termasuk baik: daun tanaman jeruknya hijau normal, laju pertumbuhan vegetatif lebih cepat, tinggi tanaman >150 cm, lebar tajuk 100 cm, bebas dari hama dan atau penyakit yang membahayakan, dan kebun bersih dari gulma. Sebaliknya kebun petani yang sedikit/tidak menerapkan teknologi perawatan tanaman yang dianjurkan, kualitas kebunnya termasuk kurang baik/jelek : warna daun tanaman jeruknya tidak normal, daun terserang hama dan atau penyakit, pohon kurus dan kerdil, tinggi tanaman <100 cm, lebar tajuk <75 cm , dan banyak ditumbuhi gulma.

Rekomendasi yang diberikan oleh Sutopo dan Kusnan, secara teknis, untuk meningkatkan kualitas tanaman sangat dianjurkan untuk dilakukan penambahan tanah subur dari luar kebun sesuai dengan bertambahnya lebar tajuk, penambahan pupuk kandang/kompos 6 bulan sekali, dan aplikasi dolomit 3 bulan sekali. Untuk mendukung perawatan tanaman jeruk di kebun ini, akan diaplikasikan pupuk organik dari kotoran ayam, dolomit dan pupuk NPK. [Stp_ksn]