Kajian Teknologi Pola Tanam Tanaman Sela Dalam Budidaya Jeruk Muda Di Daerah Tandun Riau

(Assesment of Technology on Cropping Pattern of Intercropping Food Crop with Citrus Trees in Tandun, Riau)

Yunizar dan Amiruddin Syam
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau

ABSTRAK
Kajian teknologi pola tanam tanaman sela pada tanaman jeruk muda di daerah Tandun Riau bertujuan: 1). mendapatkan teknologi budi daya tanaman jeruk muda yang lebih baik, 2). mendapatkan pola usahatani tanaman sela di antara tanaman jeruk muda yang menguntungkan dan memberikan nilai tambah terhadap pendapatan petani. Kajian dilaksanakan di Desa Suka Damai Kecamatan Tandun Riau pada MT 2000/2001 dengan luasan 2,5 ha. Rancangan yang dipakai adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah A). teknologi introduksi yang meliputi pemupukan, pemangkasan bentuk, Pengendalian Barna dan Penyakit Secara Terpadu dan penanaman tanaman sela, B). teknologi diperbaiki yang meliputi pemupukan pemangkasan bentuk, pengendalian hama penyakit secara terpadu dan penanaman tanaman sela, dan C). teknologi petani. Hasil pengkajian menunjukkan ketiga teknologi yang diuji memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, lebar tajuk dan diameter batang jeruk. Tinggi tanaman, lebar tajuk dan diameter batang jeruk yang tertinggi diperoleh pada teknologi introduksi, yaitu 274,5 cm, 245,5 cm dan 85 cm, kemudian diikuti teknologi diperbaiki (225,5 cm, 196,5 cm dan 79 cm) dan teknologi petani (198.0 cm, 187,0 cm dan 67 cm). Tanaman sela Padi gogo dan kacang tanah memberikan hasil tertinggi pada teknologi introduksi (2.963 kg dan 1.440 kg/ha), kemudian diikuti oleh teknologi diperbaiki (1.405 kg dan 1.190 kg/ha), dan teknologi petani (1.670 kg dan 700 kg/ha). Penanaman tanaman sela dengan pola padi gogo-kacang tanah memberikan keuntungan yang relatif besar. Keuntungan tertinggi didapatkan pada Teknologi Introduksi (Rp. 820.300,-, untuk padi gogo, Rp. 3.123.300,-, untuk kacang tanah) diikuti teknologi diperbaiki Rp. 320.400,-, untuk padi gogo dan Rp. 2.510.000,-, untuk kacang tanah), teknologi petani (Rp.243.000,-, untuk padi gogo dan Rp. 1.395.000,- untuk kacang tanah.
Kata kunci: Teknologi, jeruk, pola tanam, tanaman sela.

ABSTRACT
The objectives of this experiment were 1). to find the best cultural practices of citrus, 2). to find cropping pattern of intercropped food crop with citrus. Field experiment was conducted at Suka Damai village, Tandun distric, Riau on rainy season 2000/2001. The experiment was arranged in Randomized Block Design with 5 replications. There were three treatments, i.e 1). introduced technology (fertilization, cutting, integrated pest management, intercrop with food crop); 2) improved technology (cutting, fertilization, integrated pest management, intercroped with food crop and 3). existing technology. The results showed that the treatments influenced plant height, width of canopy, stem diameter significantly. The best plant height, width of canopy, stem diameter were found in introduced technology, i.e 274.5, 245.5 and 85 cm respectively, followed by improved technology with 225.5, 196.5 and 79 cm. The existing technology (farmers technology) only gave 198.0 cm for plant height, 187.0 cm for width of canopy and 67 mm for stem diameter. Economic analysis showed that the intercrop with cropping pattern of upland rice-peanut gave profitable income. Introduction technology gave Rp. 820.300,- profit for upland rice and Rp. 3.123.300,. profit for peanut. Improved technology gave Rp. 320.400,- profit for upland rice and Rp. 2.510.000,. profit for peanut, while the existing technology (farmers technology gave Rp. 243.000,- profit for upland rice and Rp. 1.395.000,. profit for peanut).
Keywords : Technology, citrus sp., cropping patern, intercrop.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event