Jestro Ag5 Siap Dikembangkan

Salah satu varietas anggur  yang baru saja di lepas oleh Menteri Pertanian adalah Jestro Ag5 berdasar SK pelepasan varietas Nomor 019/Kpts/SR.120/D.2.7/2/2015 tertanggal 18 Februari 2015. Anggur ini dapat beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian 2-230 m dpl dengan curah hujan rendah.

Berdasarkan karakterisasi yang telah dilakukan tim plasma nutfah banyak aksesi anggur yang rasanya cenderung asam dan tidak enak bila dimakan sebagai buah meja. Namun demikian, anggur-anggur tersebut berpotensi sebagai bahan baku olahan dan salah satunya sebagai bahan baku jus dan sirup. Anggur Jestro Ag5  merupakan jenis anggur yang rajin berbuah, bahkan saat musim hujan. Kelemahan dari varietas ini adalah tandan buah yang pendek, sehingga berdampak pada produksi buah yang relatif rendah. Namun demikian produksi buah anggur Jestro Ag5 dapat ditingkatkan dengan budidaya yang optimal.

Anggur  Jestro Ag5  mempunyai keunggulan pada warna jus buah merah keunguan dengan aroma yang tajam sehingga berpotensi sebagai bahan baku minuman jus, sirup dan bahan baku industri lainnya.

Untuk melihat tingkat kesukaan konsumen terhadap jus anggur dilakukan uji preferensi konsumen terhadap beberapa buah anggur yang di jus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsumen menyukai jus yang beraroma tajam daripada yang tidak beraroma. Dengan hasil seperti ini menunjukkan bahwa anggur Jestro Ag5 mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan.

 

Berita dan Foto: Aminuddin Fajar,
Sumber: Tim SDG Balitjestro

2 Comments

  • Koleksi anggur seperti Red Globe kami punya. Namun tidak berbuah sebagaimana yang diharapkan. Tidak semua tanaman dari introduksi langsung bisa dikembangkan. Harapan kami pun sama pak, Semoga ke depan penelitian anggur semakin baik lagi sehingga pengembangan anggur di Indonesia menggemberikan kita semua.

  • Pras Sodjo

    Mengapa Balitjestro tidak mengembangkan atau membuat bibit anggur seperti buah anggur yang kebanyakan dijual disupermarket. Jika bibit tersedia kan bisa dibudidayakan oleh petani kita.

Tinggalkan Balasan