Jeruknya Dihargai Tinggi, Petanipun Tersenyum

Panen jeruk siam Pontianak diluar musim milik H. Mansyur Plampangrejo, Banyuwangi dengan harga per kg mencapai 12000 rupiah. Foto : Buyung Al Fanshuri/balitjestro

Salah satu petani jeruk di desa Plampangrejo, kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, H Mansur tersenyum lebar karena berhasil panen di luar musim di kebun miliknya.

Hal ini terlihat saat tim Balitjestro melakukan kegiatan penelitian dilahan miliknya yang digunakan sebagai demplot kerjasama Balitjestro dengan PT. Petrokimia, Rabu (24/10).

Jeruk siam pontianak hasil kebunnya berkualitas premium dihargai pedagang 12.000/kg dari lahan. Ini merupakan harga tertinggi selama ini.

Selama ini masalah yang dihadapi petani adalah anjloknya harga ketika musim panen raya. Hal ini mengakibatkan banyak petani yang mengeluh karena buah jeruknya diharga murah.

Dengan panen diluar musim, harga jeruk cukup tinggi sehingga keuntungan yang didapat pun meningkat. Ada teknologi yang bisa diterapkan untuk mengatur pembuahan yaitu Bujangseta (Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun).

Dengan mengaplikasikan teknologi ini tanaman jeruk akan mampu diatur pembungaannya. Keuntungannya adalah petani bisa panen diluar musim untuk mendapatkan harga tinggi dengan didukung pola budidaya yang tepat.

Jeruk milik H. Mansyur ini dapat dikategorikan grade A atau premium sehingga dihargai tinggi oleh pedagang. Faktor penting yang menghasilkan panen kali ini adalah manajemen hara, air dan pengendalian HPT. (fajar/buyung/balitjestro)

Agenda

no event