Jeruk Tuban Itu Sudah Mulai Menguning

IMG-20140605-WA0000Petani Jeruk di Tuban yang mendapat program pengembangan kawasan hortikultura di Desa Mulyorejo Kecamatan Singgahan bersiap melakukan panen jeruk keprok madura dan keprok tejakula. Program awal di desa ini pada 2010 sebanyak 50 hektar dan tahun berikutnya seluas 78 hektar.
Demo plot perbaikan mutu buah jeruk yang dilakukan di kebun petani yang dipimpin Sunarko sampai saat ini berjalan dengan baik. Masa kritis dimana buah matang rawan pencurian memang sedang dihadapi petani. Mereka melakukan giliran jaga siang dan malam agar bisa merasakan jerih payahnya selama ini.

IMG-20140605-WA0001Banyak pedagang yg mulai berdatangan untuk membeli jeruk keprok mereka. Setiono Balitjestro menyarankan agar dilepas dengan harga yang pantas yaitu minimal Rp 10.000,- sebagaimana harga jeruk keprok pada umumnya dan dalam kondisi yang benar-benar layak konsumsi sehingga yang mengkonsumsi pun merasa puasa dengan rasanya. Harga jeruk di Dau, keprok Batu 55 bisa mencapai harga jual Rp 15.000,-di petani. Jeruk keprok memang lebih mahal daripada jeruk siam yang kisarannya Rp 5.000,- di tingkat petani.

Diperkirakan jeruk yang ada baru bisa dipanen paling cepat 1 bulan lagi. Saat ini kondisi buah yang ada baru masak fisiologis, kulit buah semburat kuning dan rasa mulai manis. Beberapa yang lain panen lebih terlambat lagi.

Penelitian mutu buah jeruk memasuki tahap akhir. Dan analisa buah mulai dilakukan untuk melihat sejauh mana pengaruh konsentrasi pemupukan dan perlakuan yang dilakukan. [zh]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event