Jeruk Indonesia Mampu Bersaing

[cml_media_alt id='1860']Rekor MURI  (17)[/cml_media_alt]Dalam pembukaan Citrus Spectacular Day yang diselenggarakan di Balitjestro, Batu pada Kamis 5 Agustus 2010, Kepala Badan Litbang Pertanian Sumardjo Gatot Irianto optimis bahwa Jeruk Indonesia mampu bersaing dengan jeruk impor. “Kualitas jeruk kita lebih baik, lebih segar, lebih manis, namun jumlahnya masih sedikit. Masih sulit untuk mencari jeruk lokal di pasaran. Jadi dalam persaingan pasar sekarang ini tidak seimbang, ibaratnya satu lawan sejuta, walau yang satu dari kita itu bagus, pasti akan kalah karena jumlahnya yang sedikit dan sulit dicari.”

Sekarang ini teknologi perjerukan di Indonesia sudah maju. Jeruk keprok dapat diproduksi jutaan batang dalam waktu singkat dengan somatic embryogenesis (SE), bukan dengan penyambungan atau mata tempel yang memakan waktu, biaya, dan tenaga.

Varietas jeruk Indonesia sangat beragam, mulai dari Manis Waturejo, Manis Punten, Manis Pacitan, Siam Pontianak, Siam Berastagi, Siam Mamuju, Siam Banjar, Siam Kintamani, Keprok Riau, Keprok Kedu, Keprok Selayar, Keprok Madura, Keprok Konde Purworejo, Keprok Batu 55, Keprok Satsuma, Keprok Ponkan, Keprok Tejakula, Keprok Freemont, Keprok Pulung, Keprok Cina Licin, Keprok Madu Terigas, Keprok Soe, Keprok Cina Konde, Keprok Mandarin Cimahi, dan lain-lain termasuk jenis jeruk Pamelo yang selama ini kita tahunya Jeruk Bali yang sebetulnya hanya satu dari sekian banyak jenis Jeruk Pamelo.

Dalam kesempatan ini pula, dalam pembukaan acara Citrus Spectacular Day di Balitjestro Kepala Badan Litbang Pertanian Gatot Irianto menerima penghargaan MURI untuk rekor “Makan Jeruk dengan Peserta Terbanyak”, 3000 orang dan rekor MURI yang ke-2 yang diserahkan pada hari itu juga untuk “Koleksi Plasmanutfah Jeruk Terbanyak, 211 aksesi yang diberikan kepada Sekretaris Badan Pertanian, Haryono. [admin]

 

Related Post

Tinggalkan Balasan