Jeruk Fungsional dan Pemanfaatannya

Jeruk merupakan salah satu buah yang dapat dibudidayakan di berbagai tempat mulai dataran rendah hingga dataran tinggi, daerah tropis hingga subtropis. Di berbagai belahan dunia keragaman jeruk berbeda-beda.

Jenis-jenis jeruk yang banyak dijumpai di Indonesia diantaranya jeruk Manis (Citrus Sinensis L.), jeruk Keprok (Citrus reticulata), jeruk Siam (Citrus Nobilis), jeruk besar/Pamelo (Citrus maxima Merr, Citrus grandis Osbeck), jeruk Lemon (Citrus limon Linn), jeruk Lime (Citrus aurantifolia Swingle), jenis jeruk sitrun (Citrus medica Limnaeus), jeruk grape fruit (Citrus paradise Mactdijen).

Badan Litbang Pertanian (balitbangtan) dalam beberapa tahun terakhir telah merilis 6 varietas baru jeruk fungsional diantaranya Nimas Agrihorti, Puri Agrihorti , Sari Agrihorti Montaji Agrihorti, Nipis Borneo dan  Kalamansi FR. Jenis buah tersebut banyak dimanfaatkan sebagai olahan maupun bahan baku industri.

Jeruk fungsional secara umum mempunyai keberagaman baik bentuk, rasa maupun kandungan air, vitamin C serta kemanfaatannya. Nimas Agrihorti menunjukkan keunggulan total asam terendah dibanding varietas lain, tetapi kadar air tertinggi dimiliki Nipis Borneo. Nimas Agrihorti, Montaji Agrihoti dan Nipis borneo mempunyai karakter yang disukai masyarakat yaitu tidak berbiji (berbiji sedikit).

Montaji Agrihorti, Nipis Borneo, Sari Agrihorti, Puri Agrihorti, Nipis Borneo dan Kalamansi FR banyak dimanfaatkan masyarakat indonesia sebagai bahan masakan dan minuman. Daun Puri Agrihorti diambil minyak atsirinya untuk kebutuhan industri.

Buah Nimas Agrihorti, Puri agrihorti, Montaji Agrihorti, Nipis dan Kalamansi juga dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional meskipun pada akhirnya terbukti banyak kandungan metabolitnya yang baik untuk kesehatan. Saat ini buah-buahan tersebut telah dimanfaatkan pula sebagai bahan baku industri.

(Af/Sumber :  Emi Budiyati Anis Andrini dan Chaerani Martasari)

 

Agenda

no event