Jeruk Dekopon Kini Turun Gunung

 

Dekopon

Jeruk dekopon yang lazim tumbuh di dataran tinggi, mampu berbuah di dataran rendah. Buah lebih manis.

Bangun Restuana girang sekali menyaksikan dua pohon jeruk dekopon miliknya berbunga dan menjadi buah. Pohon pertama mengeluarkan 5 buah, sedangkan pohon kedua menghasilkan 3 buah. Saat muda kulitnya hijau dan sangat keriput Setelah matang berubah menjadi kuning dan keriputnya berkurang. Bobot setiap buah matang sekitar 400-600 gram. Daging buah dekopon dari bibit berukuran 60 cm itu berwarna kuning pucat.

Bangun mengupas buah yang sudah matang lalu mencicipinya. Citarasa buah itu manis dan bertekstur agak kering. Lazimnya dekopon bercitarasa manis sedikit masam. Semula Bangun mengira dekopon gagal berbuah lantaran tumbuh di wilayah berketinggian 8 meter di atas permukaan laut (dpl). Dekopon asal Jepang sohor sebagai jeruk dataran tinggi, 900 m dpl.

Kantung tanam

tr_0916_42-3Pengalaman Bangun membuktikan dekopon mampu berbuah di luar daerah yang disukai. la merawat dekopon di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, 15 km dari pantai. Pekebun dekopon di tanah air mayoritas berlokasi di dataran menengah hingga tinggi. Meskipun rasa dan penampilan daging buah berubah, Bangun bangga bisa memetik jeruk mahal itu langsung dari halaman rumahnya.

Dengan citarasa lebih manis, meski warna kulit dan daging agak pucat, Bangun cukup puas pada buah panen perdananya itu. Sebab sejak mengunjungi kebun dekopon milik pekebun di Bandung, Jawa Barat, pada awal 2015, ia ingin sekali memetik dekopon dari pohon milik sendiri. “Saya sangat tertarik pada sosok dekopon yang unik,” ujarnya. Ia menanam jeruk di kantong tanam lantaran hemat waktu dan tempat.

Bangun menanam dekopon dalam kantung tanam berukuran 50 liter. Ia menggunakan media tanam berupa campuran: tanah, pupuk kandang kambing, dan sekam mentah dengan perbandingan sama. Anggota staf PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu melarutkan 2 sendok makan pupuk NPK berimbang-15:15:15-ke dalam 20 liter air. la menyiramkan larutan itu ke tanaman setiap pekan.

Sesekali, ia juga menyemprotkan pupuk organik cair dengan konsentrasi 10 cc per 20 liter air. Tanaman belajar berbunga saat berumur 9 bulan dari bibit hasil perbanyakan grafting setinggi 60 cm. Sayang, banyak bunga rontok akibat hujan yang terus-menerus. Untuk mengatasi kerontokan bunga, Bangun menyiramkan larutan pupuk yang mengandung kalium, potasium, dan nitrat. Frekuensi penyiraman setiap pekan.

Dengan cara itu bunga pun bertahan hingga menjadi buah. Selanjutnya, Bangun kembali memberikan pupuk NPK dan pupuk organik cair. Frekuensinya berubah menjadi 2 pekan sekali. Menurut peneliti jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropis (Balitjestro) di Batu, JawaTimur, Ir Emy Budiati, dekopon yang ditanam di dataran lebih rendah memiliki warna daging buah yang kurang cerah, tekstur sedikit kering.

Namun, citarasa buah lebih manis daripada dekopon dataran tinggi. “Perubahan warna dan rasa buah jeruk seperti itu memang kerap terjadi bila ditanam di lingkungan yang bukan agroklimatnya,” ujar Emy. Contoh, jeruk siam jember. Penanaman jeruk siam jember di dataran tinggi menghasilkan buah berwarna jingga, dengan citarasa segar, dan juicy. Namun, siam jember di dataran rendah berkulit hijau-kuning, rasa lebih manis, dan juicy.
tr_0916_42-4

Kecil

Penanaman jeruk dekopon di dataran rendah juga terdapat di Jakarta Timur dan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pekebun di Kuningan, Nandang Ferdian, menuai dekopon dari 2 pohon yang kini berumur 2,5 tahun. Ia merawat tanaman anggota keluarga Rutaceae itu di dalam drum dengan media tanam berupa campuran tanah, sekam, kompos, dan arang sekam. Nandang mengatakan, penanaman dekopon di dataran rendah membuat penampilan buah berubah.

Daging buah manis, tetapi warna kulit kuning pucat. “Penampilannya juga kurang menarik sebab kulit buahnya jadi benjol-benjol atau sangat keriput,” ujarnya. Nandang memberikan pupuk organik racikan sendiri untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap bulan saat tanaman berada pada stadia vegetatif. Namun, ketika tanaman memasuki masa generatif, interval pemupukan berkurang menjadi 3 bulan sekali. Dengan cara itu Nandang memetik 7-9 buah per pohon. Bobot setiap buah sekitar 300 gram. “Buah berukuran kecil karena saya tidak melakukan penjarangan,” ujarnya. Pengepul dekopon di Bandung, Jawa Barat, Agus Rhoma, menuturkan selama ini konsumen justru mencari rasa daging buah dekopon yang manis.

Maklum, konsumen dalam negeri cenderung menyukai buah bercita rasa manis dibanding dengan rasa segar kombinasi manis dan masam. Namun, penampilan buah yang cantik tetap menjadi prioritas. Agus menyarankan agar pekebun membungkus buah dengan kain warna biru muda agar kulit buah dekopon mulus. Dengan cara itu pula buah terhindar dari lalat buah.

“Selama ini lalat buah menjadi momok utama pekebun dekopon,” ujar Agus. Ia menuturkan antusiasme konsumen masih sangat tinggi pada keberadaan dekopon. “Berapa pun pasokan buah yang ada di pekebun pasti ludes terjual,” ujarnya. Maklum, dekopon digadang-gadang sebagai jeruk paling lezat dengan sosok yang begitu menarik. Agus sanggup menjual 500 kg dekopon per panen. Sayangnya, jumlah pekebun dekopon yang memproduksi buah masih sedikit. [Andari Titisari]

Sumber: Trubus edisi September 2016, halaman 42-43