Jeruk Clementine, Sejarah dan Karakteristiknya

Jeruk Clementine masuk kedalam kelompok jeruk Mandarin yaitu Common Mandarin. Mandarin sendiri adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan kepada kelompok jeruk dengan ciri kulit tipis, mudah dikupas dan juring tidak rekat  Mandarin, menurut The Citrus Industry Vol.I, terbagi menjadi empat kelompok besar yaitu: Satsuma Mandarin (Citrus unshiu), King Mandarin (Citrus nobilis Lour), Mediterranean Mandarin (Citrus deliciosa Tenore), dan Common Mandarin (Citrus reticulata Blanco).

Jeruk Clementine dikenal juga dengan nama Algerian Tangerine. Disebut Tangerine karena warna kulitnya yang oranye kemerahan. Mengenai asal usul jeruk Clementine dapat diketahui dalam buku The Citrus Industry Vol. I. Terdapat 2 pendapat yang fenomenal, pertama, Clementine dinyatakan berasal dari hibrida yang tidak disengaja dalam penanaman bibit mandarin, mungkin dari mandarin umum atau Mediterania, yang dibuat oleh Pastor Clement Rodier di taman panti asuhan Péres Du Saint-Esprit di Misserghin, sebuah desa kecil dekat Oran, Algeria (Aljazair) (Trabut, 1902a, 1902b, 1926).

Amerika merupakan salah satu Negara yang mengkonsumsi Clementine dalam jumlah besar tiap tahunnya setelah Cina dan uni Eropa. Clementine pertama kali dibawa ke USA pada tahun 1982 dan mendapat respon positif kalangan industry karena melihat potensi pasarnya yang besar.  Saat ini clementine sudah sangat dikenal oleh berbagai kalangan disana mulai dari anak-anak dan orang tua sebagai salah satu jeruk manis dan tanpa biji untuk dikonsumsi segar.

Selain itu Clementine juga dikenal sebagai Jeruk Natal disebabkan fakta peak season nya yang terjadi pada musim dingin (akhir Oktober – awal April). Banyak masyarakat yang mengolah jeruk ini menjadi selai, jelly atau produk lain yang dapat dimanfaatkan setelah musim dingin.  Dinegara Cina jeruk Clementine bahkan sering dijadikan hadiah pada tahun Baru Cina sebagai harapan keberuntungan sepanjang tahun. 

 Clementie pada umumnya seedless, namun klon Monreal dapat berbiji secara regular.  Secara umum clementine memiliki karakter sebagai berikut:  Buah Clementine biasanya tanpa biji (seedless) kecuali di sekitar tanaman ada pohon yang seedy sebagai penyumbang polen.

Warna kulit jeruk ini lebih oranye daripada Satsuma dan buah berbentuk bulat. Kulit buah sangat mudah dikupas tapi tidak semudah Satsuma. Ukuran buah kecil hingga besar.

Buah Clementine memiliki rasa yang manis, juicy, dan beraroma tajam. Juring buah antara 8-14 per buah. Clementine dapat tumbuh pada ketinggian mulai 400 m dpl. Daunnya lebih sempit dan kecil daripada Satsuma Mandarin (lebih mirip willowleaf).

Satu keistimeaan Clementine yang sangat disukai oleh petani adalah karakternya yang early in maturity di bandingkan mandarin lainnya. Kematangan buah bisa di capai antara 6-7 bulan setelah pembungaan.

(sumber : Dr. Chaireni Martasari/Peneliti Pemuliaan Balitjestro)

Agenda

no event