Istri Wamentan Terkesima dengan Jeruk Nusantara Balitbangtan

Istri Wamen Kementan Umi Mandayati Terkesima dengan Jeruk Nusantara Balitbangtan HD

Rangkaian kegiatan Open House Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) dalam rangka ulang tahun Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) yang ke 40 pada hari kedua atau hari terakhir mendapat kesempatan di kunjungi oleh Umi Mandayati (Istri Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan). Rombongan di dampingi oleh Dr. Ir. Munifah, MS sebagai Ketua STPP Malang dan Balai Besar Pelatihan Persusuan Songgoriti, Batu, Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, dan Kapuslitbanghorti (Dr. Ir. M. Prama Yufdy, MSc), serta Kabid KSPHP Puslitbanghorti (Ir. Sulusi Prabawati, MS).

Obyek yang kunjungi antara lain stand pada demo kegiatan degreening buah jeruk, display kegiatan plasmanutfah jeruk dan buah subtropika, wisata petik jeruk nusantara di Kebun Percobaan Tlekung (KP Tlekung), dan sentra perbenihan dan koleksi plasmanutfah di Kebun Pecobaan Punten (KP Punten).

Secara umum dari diskusi pada masing-masing objek kunjungan Umi Mandayati merasa senang dan puas karena banyak mendapatkan informasi terkait dengan inovasi teknologi jeruk dan buah subtropika yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan yang selama ini belum beliau diketahui. Pada display/demo kegiatan degreening tampak sekali bahwa jeruk nusantara kita setelah disandingkan dengan jeruk impor ternyata dari sisi penampilan dan kualitas mempunyai kesetaraan.

Selanjutnya pada kegiatan display plasma nutfah jeruk dan buah subtropika, Umi Mandayati terkesan dengan keragaan buah jeruk nusantara dan buah anggur. Beliau tertarik dengan warna yang menguning keemasan untuk jeruk dan anggur dengan warna merah kehitaman. Balitjestro menampilkan keprok unggulan dataran rendah, keprok unggulan dataran tinggi dan beberapa varietas unggul yang belum didaftarkan.

Kunjungan dilanjutkan dengan melakukan petik buah jeruk nusantara secara langsung di KP. Tlekung. Melihat buah jeruk berbagai varietas yang sedang optimum untuk di panen dengan tampilan warna yang menguning disemua pohon jeruk, tampaknya membuat Umi Mandayati dan rombongan terkesima.

Komentar yang beliau sampaikan memang benar jeruk nusantara kita tidak kalah dengan jeruk impor. Selain itu beliau juga menyampaikan, terkait dengan perlu dikembangkannya jeruk organik atau produk-produk yang ramah lingkungan. Untuk membuktikan bahwa jeruk nusantara kita tidak kalah dengan impor maka Umi Mandayati langsung melakukan demo panen/petik buah jeruk (ada foto nya).

Sebelum melakukan panen sedikit ada edukasi teknologi tekait dengan cara memetik buah jeruk yang baik dan benar yaitu  menggunakan gunting dengan menyertakan tangkai jeruk kurang dari 1 cm. Hal ini menjadi penting karena untuk mempertahankan agar pohon jeruk tidak rusak untuk kegiatan produksi berikutnya dan buah lebih tahan lama disimpan dalam suhu ruang.

Setelah melakukan pemetikan secara langsung, Umi Mandayati berkenan untuk merasakan buah jeruk nusantara hasil petikannya. Komentar yang disampaikan, memang benar jeruk kita tidak kalah dengan impor ,dari aspek rasa yang manis dan warna kuning.  Sebagai rasa penasaran beliau maka hasil petikan jeruk nusantara dar KP. Tlekung akan di bawa pulang ke Jakarta dengan maksud akan disampaikan atau ditunjukkan ke Bapak Wamen (Dr. Rusman Heriawan).

Setelah petik jeruk, rombongan istirahat untuk melakukan makan siang yang telah disediakan oleh tim kreatif Darma Wanita Balitjestro dan sholat. Kunjungan di akhiri dengan melihat proses produksi perbenihan jeruk bebas penyakit dan koleksi plasmanutfah jeruk di KP Punten. Objek proses produksi benih jeruk bebas penyakit mempunyai keunikan tersendiri karena ternyata untuk mendapatkan 1 benih jeruk yang bebas penyakit proses teknologinya sangat panjang. Oleh karena itu kegiatan seperti ini semestinya harus diapresiasi dengan baik.

Sebagai rasa penasaran dan terkesimanya dengan jeruk nusantara yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan maka, kegiatan kunjungan ini akan segera disampaikan ke Wamen (Dr. Rusman Heriawan) dengan harapan beliausegera menjadwalkan kunjungannya ke Balitjestro dalam 1 sd 2 minggu ke depan karena panen jeruk nusantara akan segera berakhir.  [harwanto/balitjestro]

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event