ISH 2018: Agribisnis Jeruk di Indonesia: Produksi dan Pengembangan Pasar

Kepala Balitjestro Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si di hari kedua International Symposia on Horticulture (ISH) 2018 di Bali, bertindak sebagai invited speaker mempresentasikan makalah berjudul “Citrus Agribusiness in Indonesia: The Production and Market Development.” Symposium ini dihadiri oleh pengambil kebijakan, akademisi, peneliti dan praktisi di bidang hortikultura.
 
Perkembangan terakhir perjerukan di Indonesia dibahas mulai dari posisi jeruk Indonesia pada urutan ke-3 dunia di kelompok mandarin dan tangerine, permasalahan jeruk di Indonesia beserta solusinya, peran aktif Balitjestro yang sudah dilakukan dan berbagai temuan dan paten dalam 2 tahun terakhir untuk mendukung pengembangan jeruk nasional. Tantangan dan peluang di bidang pemasaran pun perlu terus dikaji mengingat preferensi konsumen muda mengalami perkembangan yang luar biasa dibanding dua dekade terakhir. Jeruk Indonesia memang masih perlu sentuhan lebih di penampilan. Disisi lain, jeruk Indonesia unggul di sisi kesegaran dan harga yang lebih kompetitif dibandingkan jeruk impor.

 
Sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Jeruk, peran Balitjestro memang semakin dituntut secara nyata, tidak hanya secara nasional namun mampu berperan di kancah internasional. Lebih lanjut dengan PUI Jeruk diharapkan terjadi peningkatan relevansi dan produktivitas serta pendayagunaan iptek dalam sektor produksi untuk menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
Pada ISH 2018 kali ini, Balitjestro berpartisipasi aktif dengan mengirimkam 7 makalah. Kegiatan ISH 2018 yang diinisiasi oleh Puslitbang Hortikultura Badan Litbang Pertanian ini berlangsung dari 27-30 November 2018 dengan rangkaian kegiatan presentasi keynote speaker, presentasi invited speaker, presentasi poster dan oral dan kunjungan field trip ke kawasan bio-industri. (Hnf)