Insidensi Diaphorina citri dan CVPD pada Tanaman Jeruk Interplanting Jambu Biji

(Diaphorina citri and Greening Disease on Citrus Plant Interplanting with Guava)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007, Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 371-376

Arlyna B. Pustika1,3 , M.E. Purwanto2,3, S. Subandiyah3 dan GAC. Beattie4
1Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta
2Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
3Program Pasca Sarjana, Fakultas Pertanian Univ. Gadjah Mada
4Centre For Horticulture And Plant Sciences – Univ. Of Western Sydney

Abstrak
Sejak 2 tahun terakhir tanaman jeruk mulai banyak dibudidayakan oleh beberapa petani di kawasan pantai Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta, terutama di Kecamatan Panjatan dan Galur dengan luas pengembangan 30 hektar. Pengembangan ini dilakukan di lokasi sentra penanaman jeruk yang telah berumur 3-6 tahun di mana telah ditemukan adanya populasi D. citri yang merupakan vektor penyakit CVPD. Kondisi demikian menyebabkan kekhawatiran akan terjadinya invasi D. citri dari lokasi kebun lama ke kebun yang baru dikembangkan. Mengacu pada hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Tim ACIAR di Vietnam bahwa tanaman jeruk yang ditanam sela dengan tanaman jambu biji dapat mencegah invasi Diaphorina citri, maka dilakukanlah penanaman jambu biji di sela tanaman jeruk dengan perbandingan populasi jambu biji:jeruk = 1:8 untuk mendukung program pengembangan jeruk Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Setelah kurang lebih 6 bulan penanaman jambu biji, belum ditemukan adanya D. citri maupun gejala CVPD di lokasi tersebut. Adapun di 3 kebun sekitarnya ditemukan D. citri dengan rerata populasi 0,4 ekor imago bersama koloninya berupa 0,3 koloni nimfa dan 0,1 koloni telur per pohon, dalam satu kebun jeruk yang berpopulasi tanaman rerata 50-200 pohon umur 3-6 tahun, juga ditemukan CVPD (hasil konfirmasi dengan PCR). Pengamatan tehadap keberadaan D. citri dan CVPD di lokasi jeruk-jambu biji selanjutnya akan terus dilakukan selama 2 tahun ke depan.
Kata kunci : Citrus Sp, Psidium Sp, Interplanting, Diaphorina citri, CVPD.

Abstract
Within these 2 years, citrus orchard has been developed up to 30 ha by several farmers, supported by Kulonprogo District, in Panjatan and Galur Sub District which had already been cultivated with established orchard (6 years age of citrus). Undoubtly, Diaphorina citri as CVPD vector were found in the established citrus orchard location. Based on Vietnamese ACIAR Researcher Team result, citrus which was planted with guava was safe from D. citri invasion. Concerning the result and local condition, Indonesian ACIAR Researcher Team interplanted guava among the young citrus plant. The ratio of guava:citrus population is 1:8. Up to the next 6 months, there was no D. citri and CVPD found in the location, whilst CVPD symptoms (was confirmed with PCR) and 0.4 imago of D. citri with 0.3 nymph colony and 0.1 egg colony were found in the orchard planted with 50-200 citrus trees of 3-6 years age in 100-1000 m apart. Considering this condition, D. citri and CVPD observation will be continued up to the next two years.
Keywords : Citrus Sp, Psidium Sp, Interplanting, Diaphorina citri, CVPD.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event