Infeksi Berat Citrus Exocortis Viroid (CEV) Sebabkan Pertumbuhan Jeruk Terhambat/Kerdil

Gejala

Viroid Exocortis umumnya tidak menyebabkan gejala yang jelas pada sebagian besar varietas jeruk termasuk keprok dan manis dengan batang-bawah JC atau RL. Pertumbuhan tanaman yang terinfeksi berat biasanya terhambat/kerdil.  Pada tanaman jeruk yang disambung pada jeruk Trifoliata seperti Citrange, Rangpur lime dan beberapa hibrida jeruk nipis, gejala penyakit terjadi pada bagian batang-bawah yang tampak di atas permukaan tanah, yaitu kulitnya bersisik-sisik tak beraturan dan sebagian terlepas dari jaringan kayu. Sisik-sisik ini dapat menjalar ke perakaran dan dapat menyerang perakaran yang telah besar.  Kadang-kadang keluar gom dibalik sisik tersebut. Gejala ini umumnya muncul setelah 2 tahun sejak penyambungan mata-tempel. Gejala penting lainnya adalah kerdil pada tanaman dengan batang-bawah Trifoliata.

Infeksi Exocortis menyebabkan ukuran batang dan tinggi tanaman berkurang diiringi dengan turunnya produksi, namun biasanya kualitas buah masih cukup tinggi.  Pada jenis batang-bawah Sweet orange dan Cleopatra mandarin, Exocortis juga menyebabkan pohon kerdil, tetapi tidak menimbulkan sisik-sisik pada kulit.

[cml_media_alt id='1439']Gambar. Gejala epinasti (a) dan gejala kulit bersisik dan terlepas dari jaringan kayu pada batang-bawah (b) [/cml_media_alt]
Gambar. Gejala epinasti (a) dan gejala kulit bersisik dan terlepas dari jaringan kayu pada batang-bawah (b)
Bioekologi

Penyebaran penyakit ditemukan dipertanaman jeruk di Malang Jawa timur. Pada tanaman di BF dan BPMT yang sudah menggunakan bibit bebas penyakit dan sanitasi optimal tidak pernah dijumpai kasus terinfeksi ulang.

Viroid ini berada pada tanaman inang sebagai asam nukleat bebas tanpa selubung protein. Viroid dapat ditularkan secara mekanis melalui gunting pangkas atau pisau okulasi.  Patogen ini dapat bertahan lama pada alat pertanian dalam kondisi kering. Di lapang, penularan dapat terjadi melalui pergesekan daun, akar atau melalui perbanyakan tanaman. Meskipun ada laporan, penularan Exocortis melalui biji, tetapi masih belum dibuktikan.

Pengendalian

Pengendalian dilakukan dengan menggunakan bibit bebas penyakit, dan batang-bawah bebas Exocortis.  Untuk menentukan ada tidaknya infeksi Exocortis pada pohon induk, dapat dilakukan indeksing. Indeksing CVEV biasanya dilakukan dengan uji tanaman indikator. Tanaman indikator yang direkomendasikan adalah Etrog citron 861-S-1.  Gejala pada tanaman indikator ini adalah daun menggulung sepanjang tulang daun utama yang disebut gejala epinasti., bercak mengering pada tangkai daun, tulang daun tengah, ujung daun serta kulit ranting, 2-4 bulan setelah penularan. Tanaman indikator alternatif yang dapat digunakan adalah tanaman Gynura (Gynura sp.) dan tomat varietas Angela gigante. Tanaman ini merupakan tanaman semusim yang menunjukkan gejala daun menggulung, keriting dan kaku.

Tanaman jeruk di BF, BPMT, dan pembibitan harus menggunakan pisau okulasi dan gunting pangkas yang selalu disterilkan pada saat akan dipergunakan. Caranya dengan mencelupkan atau mengusapkan dalam natrium hypoklorit 1-2% (misalnya Clorox atau Bayclin) atau dengan alkohol 70%. Agar tidak terjadi karat, sebaiknya pisau tersebut dinetralisis dengan mencuci dalam larutan cuka (1:3 air) kemudian ditambahkan minyak yang dapat larut dalam air.

Oleh: Mutia Erti Dwiastuti dan Anang Triwiratno
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan