Indonesia Horticultura Investment & Business Forum

KesegaranBuahNusantara

 

Forum investasi dan bisnis hortikultura Indonesia (Indonesia  Horticultura Investment  Dan Business Forum) merupakan lanjutan kegiatan Revolusi Oranye pada Juni 2013.  Tema yang di ambil dalam kegiatan ini adalah “Membangun Rantai Pasokan Buah Nusantara Menuju Kemandirian dan Kedigdayaan Buah Nusantara di Pasar Domestik dan Dunia”.

Rangkaian dari kegiatan ini diawali dengan Festival Bunga dan Buah Nusantara 2014 yang bertempat di halaman kampus IPB Beranangsiang Bogor pada hari Jum’at 10 Oktober 2014.  Secara umum produk buah nusantara dari berbagai provinsi baik pemerintah maupun swasta turut ambil bagian pada acara tersebut.

Salah satu buah Nusantara yang ditampilkan di stan Balitbangtan dan IPB adalah jeruk keprok Batu 55. Masih banyak buah Nusantara yang lain yang dapat di pamerkan. Tampak jelas bahwa sesungguhnya buah Nusantara secara visual dan rasa tidak kalah dibandingkan dengan buah impor.

Kegiatan berikutnya adalah  pembahasan rantai pasokan buah Nusantara yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Oktober 2014 bertempat di IPB International Convention Center (IICC). Acara diawali dengan sambutan oleh Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc. Selanjutnya acara dibuka oleh Wakil  Menteri Perdagangan Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi. Dalam sambutan dan arahannya bahwa permintaan buah nusantara semakin hari semakin meningkat, akan tetapi permasalahannya adalah kurang dipahami atas permintaan tersebut.

Paling tidak ada 3 grup buah nusantara yang di konsumsi oleh masyarakat yakni buah exotik yang dikonsumsi waktu tertentu dengan persentasi kebutuhan sekitar 20%, buah meja dalam kondisi segar dengan persentasi konsumsi sebesar 40%, buah hasil industri misalnya buah kaleng, selai dll dengan persentasi sekitar 40%.  Penggolongan buah tersebut masing-masing mempunyai nilai rantai pasokan yang sangat spesifik, oleh karena itu perlu di cermati lebih jauh dalam rangka untuk perbaikan sistem strategi pengembangan rantai pasokan buah nusantara menghadapi AEC ( Asean Economic Community) 2015.

Keynote Speech pada acara ini adalah Direktur Utama PTPN VIII Ir. Dadi Sunardi dengan topik Pengembangan buah nusantara skala perkebunan berorientasi pasar. Sampai dengan saat ini PTPN VIII sudah mengembangkan tanaman buah nusantara seluas 5000 ha yang terdiri atas mangga dan manggis, pisang, dan pepaya. Pada tahun 2018 diperikirakan akan menambah luas sampai 18.000 ha. Agribisnis buah apabila dikelola secara baik dan profesional mempunyai nilai ekonomi yang sangat menjanjikan. Selanjutnya Kebijakan pengelolaan rantai pasokan buah nusantara dalam menghadapi AEC 2015 disampaikan oleh Direktur Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP)

Kementerian Pertanian dan Direktur Jendral Perdangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI.  Selanjutnya Permintaan buah nusantara di pasar domestik dan pasar internasional disampaikan oleh Direktur Jendral Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI, PT. Heins ABC, dan PT. Carrefour Indonesia. Pembicara yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah para pelaku-pelaku agribisnis buah nusantara.

Simpulan dari berbagai narasumber mulai penentu kebijakan sampai dengan pelaku agribisnis buah adalah buah nusantara mempunyai prospek yang sangat baik dan menjanjikan secara ekonomi dalam rangka untuk menghadapi AEC. Oleh karena itu perlu diperbaiki sistem yang terkait dengan rantai pasokan dan teknis perbaikan dilapangan yang menyangkut tentang budidaya secara teritegrasi antara lain penerapan GAP (Good Agriculturan Practices), GHP (Good Handling Practices), dan GMP (Good Manufacturing Practices). [Harwanto | Balitjestro]

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event