Indikasi Geografis Keprok SoE oleh Masyarakat Peduli Indikasi Geografi (MPIG) Jeruk Keprok SoE

[cml_media_alt id='1374']Jeruk Unggulan Indonesia Keprok SoE[/cml_media_alt]

Indikasi Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukkan tempat, wilayah tertentu atau daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut yang memberikan ciri, karakteristik, reputasi atau kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. Tanda yang digunakan sebagai indikasi geografis dapat berupa etiket atau label yang dilekatkan pada barang yang dihasilkan.

Tanda tersebut dapat berupa nama tempat, daerah, atau wilayah, kata,  gambar, huruf, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut. Intinya IG semacam paten komunal kawasan tertentu  penghasil barang berkarakter spesifik yang selanjutnya dikelola oleh masyarakat setempat untuk memanfaatkan  potensi benefit yang dimilikinya. Hanya masyarakat IG tersebut yang berhak menggunakan logo IG dalam menjual produknya.

Yang berhak mengajukan permohonan pendaftaran IG adalah (1). Lembaga yang mewakili masyarakat di daerah yang memproduksi barang yang bersangkutan; (2). Pedagang yang menjual barang tersebut;  dan (3). Kelompok konsumen barang tersebut.

Manfaat perlindungan IG adalah (1). Memperjelas perlindungan IG dan menetapkan standar produksi dan proses; (2). Menghindari praktek persaingan diantara para pemangku kepentingan IG; (3). Menjamin kualitas produk IG; (4). Membina produsen lokal; (5). Meningkatkan produksi berkarakter khas dan unik; (6). Meningkatkan keindahan dan reputasi kawasan IG dan pengembangan agrowisata.

METODE PENGUMPULAN INFORMASI :

  • Wawancara dengan instansi terkait diantaranya Dinas Pertanian dan Perkebunan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian tingkat provinsi dan Kabupaten,  Dinas Koperasi Kabupaten SoE;
  • Wawancara dan kunjungan langsung ke Gabungan Kelompok dan Kelompok Penangkar jeruk, Gapoktan dan Kelompok Tani jeruk di SoE, Mollo Tengah dan Mollo Utara;
  • Pasar swalayan Ramayana, pasar tradisional dan pedagang kaki lima di Kupang;  pasar tradisional di kota SoE dan pasar Haemoni di SoE
  • Worshop IG-JKSoE di Diperta kabupaten di SoE
[cml_media_alt id='1375']Gambar. Kunjungan ke Kelompok Penangkar Bibit JKSoE di Mollo Tengah dan Mollo Utara [/cml_media_alt]
Gambar. Kunjungan ke Kelompok Penangkar Bibit JKSoE di Mollo Tengah dan Mollo Utara

Nama IG           :  Indikasi Geografis Jeruk Keprok SoE”
Pendaftar         :   Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG)
Wilayah IG-JKSoE

  • Dataran tinggi > 800 m di atas muka laut
  • Fatumnasi, Tobu, Mollu utara, Mollu tengah, Mollu Selatan, dan kota SoE
  • Dalam workshop ada wilayah  lain (area pengembangan baru seperti di kecamatan Amanuban Barat) yang telah bisa menghasilkan jeruk keprok SoE dengan mutu “sama” dengan yang dihasilkan dari wilayah IG tersebut di atas yang  minta dimasukkan sebagai wilayah IG-JKSoE. Perlu dilakukan observasi dan kemungkinan dimasukkan daerah  tersebut sebagai wilayah IG –JKSoE.

Karakteristik produk :

Tiga karakteristik utama jeruk keprok SoE : 

  • Warna kulit buah orange kemerahan  (tanpa perlakuan hormon) 
  • Buah berukuran besar, 1 kg : 5 buah (Grade A); dan  1 kg : 7-8 buah (Grade B)  
  • Rasa segar : manis dan masam berimbang. 
  • Ciri tambahan : Kulit tebal, mudah dikelupas dan juicy (kadar sari buah tinggi) 
  • Pohon tua semuanya berasal dari biji sedangkan pertanaman baru (> tahun 2005 )berasal dari bibit okulasi. Pengamatan petani: buah pohon dari biji biasanya berbuah setelah berumur 7-8 tahun; kulit lebih tebal, rasa lebih manis,lebih  juicy, buah berkonde sedikit;  sedangkan buah dari pohon hasil okulasi : sekitar umur 4 tahun mulai berbuah; rasa manis, kadar jus kurang (puffing, biasanya pada awal produksi, buah berkonde banya.  Konsumen tidak mempermasalahkan perbedaan kedu buah tersebut.  

Faktor yang mempengaruhi karakteristik utama JKSoE

  • Alam : elevasi,  suhu rendah termasuk amplitudonya,  jenis tanah (?)
  • Manusia : grading dan penjarangan buah

Rantai Pasok

Hasil  obervasi lapang dan kunjungan ke Kupang dan SoE menunjukkan, bahwa jeruk kerpok SoE yang jumlahnya belum terlalu banyak ini habis terjual hanya sampai di kota Kupang saja. Kalaupun ada hingga ke luar kota dan provinsi, diperkirakan hanya sebatas dibawa konsumen untuk buah tangan. Selama kunjungan di Kupang tidak diketemukan buah jeruk keprok SoE yang didisplay di gerai supermarket Ramayana maupun hypermarket.

[cml_media_alt id='1376'] Gambar 1.  Rantai Suplai Jeruk Keprok SoE[/cml_media_alt]
Gambar 1.  Rantai Suplai Jeruk Keprok SoE
Organisasi

Organisasi yang akan mengelola IG-JKSoE adalah Masyarakat Peduli Indikasi Geografi (MPIG) Jeruk Keprok SoE yang sebenarnya telah dikukuhkan pada 26  Maret  tahun 2012, dengan ketua Bp. Pasyhur Alex Serangmo.  MPIG ini bertugas antara lain   mengkoordinasikan kegiatan ekonomi pemanfaatan IG-JKSoE dari Gabungan Kelompok  Penangkar, Gapoktan atau kelompok petani produsen jeruk (bisa untuk masing-masing kecamatan), kelompok  pengepul, penjual dan lainnya.

MPIG segera akan  menyusun sistem hubungan petani, pengepul, dan pedagang mencakup  sistem pengendalian mutu agar buah jeruk yang dihasilkan sama dengan karakteristik mutu yang disayarakatkan dalam buku Kode Praktis;  walaupun agak sulit, membangun sistem ketelusuran (tracibility); melakukan pembinaan anggotanya dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan MPIG JKSoE,  dan melaksanakan  promosi yang intensif.

Skema organisasi MPIG ini diharapkan sudah selesai dan berbadan hukum (termasuk gapoktannya) sebelum Oktober 2014 untuk melengkapi  persyaratan pendaftaran IG-JKSoE. Dinas Koperasi kabupaten TTS siap membantu menyelesaikan masalah administrasinya diataranya akte dan NPWP Gapoktan, serta menjadi akan membantu pembinaan managemen MPIG sesuai tupoksi.

[cml_media_alt id='1377']Gambar. Kunjungan di kebun jeruk milik petani jeruk di Desa Ajobaki-Mollo Utara[/cml_media_alt]
Gambar. Kunjungan di kebun jeruk milik petani jeruk di Desa Ajobaki-Mollo Utara

Oleh: Arry Supriyanto
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan