Indikasi Geografi Jeruk Keprok SoE di NTT

Kunjungan Arry Supriyanto ke Sentra Jeruk SoEArry Supriyanto mendapatkan tugas untuk melakukan Kegiatan Indikasi Geografi Jeruk Keprok SoE di NTT  pada 2-15 Juni 2014. Indikasi Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukkan tempat, wilayah tertentu atau daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut yang memberikan ciri, karakteristik, reputasi atau kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. Tanda yang digunakan sebagai indikasi geografis dapat berupa etiket atau label yang dilekatkan pada barang yang dihasilkan.  Tanda tersebut dapat berupa nama tempat, daerah, atau wilayah, kata,  gambar, huruf, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut.

 

Kegiatan ini merupakan implementasi Nota Kesepahaman antara Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual (DJHKI) dan The Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) tentang pemberian bantuan teknis Proyek Kekayaan Intelektual  Indonesia-Swiss yang telah ditandatangai di jakarta tahun 2012.

 

Arry Supriyanto bertugas sebagai ahli jeruk yang mendampingi kegiatan ahli Indikasi Geografis dari Swistzerland Mr Pascal Bernardoni, selama yang bersangkutan melaksanakan tugas, di Kupang, SoE- NTT dan Jakarta terkait dengan  Indikasi Geografi Jeruk Keprok SoE.

 

Kunjungan juga didampingi oleh mahasiswa S-2 Universitas Jember Ir. Imam Heriyanto yang dengan staf SECO telah melakukan kunjungan ke SoE tahun 2013, dan seorang staf Diperta provinsi NTT  Ir. David Leleb.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu tenaga ahli Indikasi Geografi dari Switzerland untuk menggali informasi tentang jeruk keprok SoE guna  melengkapi data persyaratan pengusulan Indikasi Geografi Jeruk Keprok SoE (IG-JKSoE) dan membantu mempersiapkan perangkat organisasi dan sistem pengelolaan  terkait dengan tindak lanjut pasca diterimanya sertifikat IG-JKSoE 

 

Selanjutnya diharapkan dengan kegiatan ini bisa membantu pemerintah daerah tingkat provinsi dan terutama kabupaten yang dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan; dan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dalam menindak lanjuti hasil worksop yang dilaksanakan di kota SoE tanggal 11 Juni 2014.  Diantaranya adalah finalisasi penyiapan persyaratan Indikasi Geografis Jeruk Keprok SoE (Oktober 2014) dan membantu menyusun penyiapan perangkat tindak lanjut /rancang bangun  pasca diterimanya sertifikat IG-JKSoE (2015) dalam memanfaatkan potensisi bisnis yang ada. [zh/balitjestro_sumber:arrysupriyanto]

 Keprok SoE Indonesia

Gambar. buah jeruk Keprok SoE, warna orange-kemerahan dan buah besar

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event