Identifikasi Karakteristik Mutu Buah Stroberi Segar

[cml_media_alt id='1742']Stroberi di Pasar Syalawan[/cml_media_alt]

Proses identifikasi karakteristik mutu buah stroberi segar pada penelitian ini dilakukan menggunakan statistic control  charts untuk data variable berupa ukuran diameter dan berat sampel buah stroberi. Penggunaan statistic control charts ini sebagai sarana untuk mengetahui sebaran nilai rata-rata diameter dan berat stroberi serta proses identifikasi kesesuain mutu buah stroberi pada periode tertentu. Nilai rata-rata dari ukuran diameter dan berat sampel stroberi ini menjadi indikasi kecenderungan terpusat dan indikasi perubahan mutu.

Proses identifikasi mutu sampel buah stroberi dilakukan menggunakan statistic control  charts dimana grafik yang terbentuk akan digunakan untuk mengetahui kesesuaian mutu sampel buah sroberi terhadap klasifikasi standar mutu buah berdasarkan standar FFV-35 dari UNECE sebagai acuan standar klasifikasi stroberi lingkup internasional. Identifikasi karakteristik mutu fisik sampel buah stroberi dilakukan menggunakan statistical control chart, dimana data hasil pengukuran mutu fisik berupa berat dan diameter yang diperoleh selanjutnya diplotkan ke dalam garfik X-chart .X-chart terdiri dari sumbu vertikal yaitu rata-rata berat/diameter buah stroberi dan sumbu horizontal, yaitu jumlah sampel stroberi.

Garis ungu menjelaskan UCL atau garis batas kontrol atas dari setiap batas maximum toleransi dalam standar kalsifikasi dan mutu stroberi, garis biru menjelaskan CL atau nilai tengah dari persyaratan minimum diameter atau berat stroberi pada standar klasifikasi dan mutu stroberi yang digunakan, sedangkan garis oranye menjelaskan LCL atau garis batas kontrol bawah dari setiap batas minimum toleransi dalam standar kalsifikasi dan mutu stroberi, titik-titik biru menjelaskan data rata-rata berat atau diameter buah stroberi pada pengukuran pertama (X1), titik-titik merah menjelaskan data rata-rata berat atau diameter buah stroberi pada pengukuran kedua (X2), dan titik-titik hijau menjelaskan data rata-rata berat atau diameter buah stroberi pada pengukuran ketiga (X3).

Dari hasil pengukuran sampel buah stroberi yang telah dilakukan pada kedua periode tersebut diperoleh hasil sebagai berikut: Menurut Standar FFV-35 dari UNECE (United Nations Economic Commision for Europe). Pada penelitian ini indentifikasi karakteristik mutu buah stroberi dilakukan berdasarkan standar FFV-35 dari UNECE. Dari standar tersebut diketahui bahwa klasifiksi stroberi dilakukan berdasarkan persyaratan minimum ukuran diameter buah stroberi dengan toleransi kualiatas dan toleransi ukuran yang telah ditentukan.

Dari hasil pengamatan sampel stroberi diketahui bahwa pada setiap kemasan sampel stroberi pasar tradisional terdapat 5 – 7 buah stroberi yang tidak memenuhi standar minimum kualitas mutu stroberi berdasarkan standar FFV-35, yaitu mengalami kecacatan bentuk dan memar. Jika dirata-rata maka disetiap pengukuran terdapat 20 – 25 buah atau 20% – 28 % dari total 125 sampel buah stroberi yang mengalami kecacatan bentuk atau memar, sedangkan untuk sampel stroberi pasar modern jumlah kecacatan sampel lebih sedikit jika dibandingkan sampel stroberi pasar tradisional, yaitu ± 2 buah dalam satu kemasan atau 11,2%  dari total 125 sampel buah stroberi. Dari hasil tersebut maka berdasarkan toleransi kualitas berdasarkan kecacatannya menurut standar FFV-35 dari UNECE stroberi lokal termasuk dalam kategori stroberi kelas II.

Dengan asumsi bahwa sampel stroberi keseluruhan dalam kondisi baik atau dengan mengabaikan adanya kecacatan pada sampel stroberi maka proses identifikasi mutu stroberi berdasarkan diameter buah dilakukan untuk keseluruhan sampel stroberi, pada masing-masing pengukuran dengan 125 sampel buah stroberi. Proses identifikasi kesesuaian mutu stroberi dilakukan menggunakan persyaratan minimum ukuran diameter stroberi untuk kelas II, yaitu 1,8 cm dengan toleransi ukuran diameter ±10% atau ±0,18 cm. Selanjutnya dari hasil perhitungan diperoleh grafik kesesuaian mutu stroberi seperti tampak pada gambar berikut :

Gambar 1. Perbandingan stroberi yang beredar di pasar tradisional di Malang dan Yogyakarta.

Dari Gambar 1. Tampak bahwa kualitas stroberi yang beredar pasar tradisional di Malang dan Yogyakarta mayoritas masih di bawah rata-rata dengan sebaran yang hampir sama. Sedangkan untuk pasar modern dari proses identifikasi berdasarkan standar FFV-35 dari UNECE dengan menggunakan persyaratan minimum ukuran diameter stroberi untuk kelas ekstra, yaitu 2,5 cm dengan toleransi ukuran diameter ±10% atau ±0,25cm diperoleh hasil pengukuran seperti tampak pada grafik sebagai berikut:

Gambar 2. Perbandingan stroberi yang beredar di pasar modern di Malang dan Yogyakarta.

Stroberi di pasar modern (Gambar 2) lebih banyak memenuhi standar Kelas 1. Konsumen memang harus membayar lebih mahal karena banyak nilai lebih (value) yang didapatkan dari kemasan yang ekslusif dan perlakuan pendinginan. Sebaran stroberi pasar modern di Yogyakarta tampak sedikit lebih baik di atas stroberi Malang karena lamanya transportasi bepengaruh terhadap kesegaran buah. Perlu penelitian lebih lanjut untuk membandingkan pengaruh transportasi dengan berbagai perlakuan.

Dari hasil identifikasi kesesuaian mutu stroberi berdasarkan persyaratan minimum diameter menurut standar FFV-35 dari UNECE maka diketahui bahwa buah stroberi yang dijual dipasar tradisional memiliki kecenderungan tidak termasuk dalam kateogori kelas II karena dari pengukuran pertama, kedua, dan ketiga diperoleh presentase rata-rata hanya 16,27% stroberi yang termasuk kelas II dan hanya 24,80% sampel stroberi yang termasuk kelas ekstra. Jika dibandingkan dengan stroberi yang dijual dipasar tradisional, stroberi yang dijual di pasar modern memiliki kecenderungan termasuk dalam kategori kelas ekstra karena 0% atau tidak ada sampel stroberi yang termasuk pada kategori kelas II dan 73,07% sampel stroberi termasuk kelas ekstra, Berdasarkan grafik kesesuaian mutu menurut standar FFV-35 dari UNECE maka presentase rata-rata kesesuain mutu stroberi dari ketiga periode pengukuran dapat dilihat seperti tampak pada tabel.1 :

[cml_media_alt id='1737']Mutu Buah Stroberi[/cml_media_alt]

Oleh: Zainuri Hanif dan Huriin Husna*
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
*Teknologi Industri Pertanian FTP UGM

Related Post

Tinggalkan Balasan