Identifikasi Hama dan Penyakit Stroberi (Fragaria × ananassa)

A. Hama

 1.  Ulat grayak Spodoptera litura

Ulat grayak (Spodoptera litura) adalah serangga yang paling banyak ditemukan dan merusak pada tanaman stroberi. Ulat ini memakan daun secara berkelompok (gregarious) dan bersifat polyfag, dimana ulat tidak hanya ditemukan memakan daun stroberi tetapi juga tanaman lainnya seperti tanaman pangan, sayuran maupun buah-buahan.

[cml_media_alt id='1511']Gambar. Larva Spodoptera litura[/cml_media_alt]
Gambar. Larva Spodoptera litura
Warna dan perilaku ulat instar terakhir mirip ulat tanah Agrothis ipsilon, namun terdapat perbedaan yang cukup mencolok, yaitu pada ulat grayak terdapat tanda bulan sabit berwarna hijau gelap dengan garis punggung gelap memanjang. Pada umur 2 minggu, panjang ulat sekitar 5 cm. Ulat berkepompong di dalam tanah, membentuk pupa tanpa rumah pupa (kokon), berwarna coklat kemerahan dengan panjang sekitar 1,60 cm. Siklus hidup berkisar antara 30-60 hari (lama stadium telur 2-4 hari). Stadium larva terdiri atas 5 instar yang berlangsung selama 20-46 hari. Lama stadium pupa 8- 11 hari. Seekor ngengat betina dapat meletakkan 2.000-3.000 telur (Marwoto dan Suharsono, 2008).

Larva yang masih muda menyerang daun dengan meninggalkan lapisan epidermis daun sehingga daun nampak transparan. Larva bersembunyi pada bagian bawah daun pada siang hari dan menyerang pada malam hari atau pada intensitas cahaya matahari yang rendah. Pada serangan berat, tanaman menjadi gundul karena daun habis dimakan. Ulat grayak banyak ditemukan pada musim kemarau dan serangannya menjadi berat pada musim ini.

2.Slug (bekicot tanpa cangkang)

Slug atau bekicot tanpa cangkang merupakan pemakan buah yang paling banyak ditemukan di kebun stroberi milik KP Tlekung Balitjestro. Slug sering menyerang pada malam dan pagi hari, lalu bersembunyi pada siang hari. Slug memakan buah dengan cara menggigit dan melubangi buah serta meninggalkan lendir yang membuat buah menjadi busuk. Serangan meningkat pada saat lembab terutama saat musim hujan, dan pada serangan berat buah di kebun habis dimakan.

Slug adalah nama umum (common name) untuk hewan gastropoda yang tidak memiliki cangkang ataupun memiliki cangkang internal yang sangat kecil. Di daerah malang, slug disebut dengan klelet. Tubuh slug lembut dan berlendir sehingga rentan terhadap kondisi yang kering. Saat musim kering/kemarau, slug akan mundur dan bersembunyi di tempat yang lebih lembab dan populasinya akan meningkat pada saat musim penghujan. Slug memiliki 2 pasang antena atau tentakel. Antena yang lebih panjang peka terhadap rangsangan cahaya sedangkan yang lebih pendek merupakan indra penciuman.

Klasifikasi slug menurut Bouchet (2005):

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Mollusca
  • Class: Gastropoda

[cml_media_alt id='1510']Slug pemakan buah stroberi[/cml_media_alt] [cml_media_alt id='1489']buah yang diserang Slug[/cml_media_alt]

Gambar. a) Slug pemakan buah stroberi, b) buah yang diserang Slug

3.  White Weevil

[cml_media_alt id='1509']Gambar. White weevil[/cml_media_alt]
Gambar. White weevil
Kumbang ini sering ditemukan memakan daun tanaman stroberi dan menyebabkan daun menjadi berlubang. Kumbang berwarna putih dengan ukuran 5-7cm, dan memiliki sepasang antenna yang panjangnya melebihi ukuran tubuhnya. Kumbang ini mudah ditemukan saat pagi hari dan akan bersembunyi pada siang hari. Namun jumlah populasi yang ditemukan di kebun percobaan Tlekung tidak besar dan kerusakan yang dihasilkan tidak berat.

Klasifikasi:

  • Kelas: Insecta
  • Ordo: Coleoptera

4. Siput/Bekicot

Siput merupakan hewan inveterbrata yang tergolong ke dalam kelas Gastropoda dan memiliki cangkang yang keras dan besar. Siput memiliki dua pasang antenna/tentakel yang fungsinya berbeda-beda yaitu sebagai indra penciuman dan indra yang peka terhadap rangsangan cahaya.  Siput bergerak perlahan menggunakan perutnya dan dengan bantuan lendir yang dihasilkan.

Klasifikasi menurut Bouchet (2005):

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Mollusca
  • Class: Gastropoda

[cml_media_alt id='1508']Siput di lahan kebun percobaan stroberi[/cml_media_alt] [cml_media_alt id='1507']buah yang terserang siput[/cml_media_alt]

Gambar. a. Siput di lahan kebun percobaan stroberi, b. buah yang terserang siput

Siput di kebun stroberi tidak menimbulkan kerusakan yang cukup berat karena populasi siput tidak besar. Namun kerusakan yang dapat ditimbulkan bisa saja besar karena siput memakan buah stroberi hingga habis. Berbeda dengan slug yang menimbulkan bekas gigitan berupa lubang-lubang pada buah stroberi, siput mengakibatkan hilangnya sebahagian buah atau seluruh bagian buah.

 5.  Aphid

Kutu hitam merupakan salah satu hama yang menyerang daun muda dan pucuk tanaman, terutama pada tanaman musim kemarau. Serangga ini bersifat polifag, menyerang dengan cara menusuk dan mengisap cairan sel-sel epidermis dan mesofil daun dengan menggunakan stiletnya. Kelompok Aphids biasanya berkoloni di bawah permukaan daun atau sela-sela daun, hama ini mengekskresikan embun madu. 

[cml_media_alt id='1500']Gambar. Koloni kutu hitam di bawah daun stroberi[/cml_media_alt]
Gambar. Koloni kutu hitam di bawah daun stroberi
Aphid banyak menyerang tunas muda tanaman jeruk. Akibatnya adalah daun menjadi mengkerut (helaian daun tidak halus, tetapi melengkung ke bawah ke tempat yang terserang aphis). Hama ini dapat menularkan virus, (Pracaya, 2007). Berdasarkan pengamatan serangan hama ini pada tanaman jeruk sudah cukup tinggi dan kebun stroberi yang terletak di samping kebun jeruk yang terserang aphid rentan untuk terserang hama serupa.

Klasifikasi:

  • Kelas   : Insecta
  • Ordo    : Hemiptera
  • Famili  : Aphididae

Apabila dari suatu tempat terdapat sumber inokulum virus, maka sangat mudah bagi virus tersebut berpindah ke tanaman lain yang lebih sehat. Tanaman yang diserang oleh kutu daun , daunnya akan mengeriting karena cairan dalam daun dihisap oleh hama ini. Pada serangan hebat akan menyebabkan pertumbuhan tanaman mengerdil. Hama ini juga merupakan vektor (pembawa) penyakit virus. Hama dapat mengeluarkan kotoran “embun madu’, sehingga kadang pada tanaman yang terdapat banyak kutu ini akan ditemui semut-semut yang akan memamfaatkan kotorannya. Embun madu yang dapat menjadi media tumbuhnya jamur jelaga yang dapat menutupi daun dalam proses fotosintesa.

Beberapa spesies kutu tanaman yang dikenal menyerang tanaman stroberi adalah Chaetosiphon fragaefolii, Aphis forbesi or Acyrthosiphon rogersii. Beberapa kutu yang bersifat polyfagus juga terkadang ditemukan pada tanaman stroberi seperti Aphis gossypii, Aulacorthum solani, Myzus ascalonicus atau Macrosiphum euphorbiae. Rhodobium porosum, Juga ditemukan pada area berbeda (Rabasse, 2001). 

6. Penggerek Buah

Serangga ini ditemukan pada beberapa buah stroberi yang sudah membusuk. Beberapa kumbang dewasa ditemukan di dalam buah. Berukuran 1-3 mm dan berwarna orange dengan bercak hitam pada punggungnya. Kumbang tergolong ke dalam Coleoptera karena terlihat memiliki elutra meskipun berukuran kecil. Meningkatnya populasi dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan yang kotor dan banyak sisa-sisa tanaman.

Klasifikasi

  • Kelas   : Insecta
  • Ordo    : Coleoptera

[cml_media_alt id='1506']Serangga yang ditemukan di dalam buah stroberi yang busuk[/cml_media_alt][cml_media_alt id='1505']contoh buah stroberi yang diserang[/cml_media_alt]

Gambar. a. Serangga yang ditemukan di dalam buah stroberi yang busuk, b. contoh buah yang diserang

7. Uret

[cml_media_alt id='1499']Gambar. Uret berada di tanah dan memakan sistem perakaran tanaman[/cml_media_alt]
Gambar. Uret berada di tanah dan memakan sistem perakaran tanaman
Berdasarkan keterangan yang diberikan pihak Balitjestro, uret adalah salah satu hama yang mengganggu di pertanaman stroberi. Hama ini ditemukan pada musim penghujan, sehingga pada saat pengamatan bulan Juli-Agustus uret tidak di temukan. Serangan uret terhadap tanaman stroberi mengakibatkan sistem perakaran rusak karena termakan uret. Sehingga pertumbuhan tanaman terhambat bahkan pada serangan yang parah tanaman stroberi dapat mengalami kematian ditandai dengan layunya tanaman.

Klasifikasi:

  • Kelas           : Insecta
  • Ordo           : Coleoptera
  • Family         : Scarabaeidae

Uret pada permulaannya hanya memakan humus dan kotoran lainnya. Namun, setelah sedikit besar, uret memakan akar-akar tanaman yang masih hidup, bahkan kadang memakan kulit batang yang berada dalam tanah sehingga bisa menyebabkan kematian tanaman.

 

B. PENYAKIT

1.. Bercak Merah

Penyakit ini ditandai dengan terdapatnya bercak-bercak kecil-bulat berwarna merah keunguan pada daun tanaman stroberi. Penyakit ini jarang ditemukan pada pertanaman stroberi dengan tingkat kerusakan sangat rendah. Dari daun yang bergejala diisolasi dan dibiakkan di dalam Petridis, lalu diamati di bawah mikroskop. Dari pengamatan tersebut diamati konidia menyerupai Pestalotia sp.

[cml_media_alt id='1498']OLYMPUS DIGITAL CAMERA[/cml_media_alt][cml_media_alt id='1504']Biakan patogen di bawah mikroskop[/cml_media_alt]

                        a                                                               b

Gambar. a. Gejala bercak merah-ungu pada daun stroberi, b. Biakan patogen di bawah mikroskop

2. Tip Burn

Gejala Tip Burn terlihat pada ujung daun tanaman stroberi yang nampak tebakar. Daun yang menunjukkan gejala menjadi tidak segar dan pertumbuhan menjadi terhambat. Gejala nampak pada daun baru, menyebar dari pusat tumbuh. Sebanyak ±10% tanaman menunjukkan gejala tip burn. Tip burn adalah indikasi kekurangan kalsium yang mengakibatkan sel-sel daun mudah pecah dan mengakibatkan nekrosis. Kalsium dibawa akar ke seluruh tanaman melalui proses evapotransprasi, sehingga proses ini jg mempengaruhi sebaran kalsium. Pada cuaca cerah, proses evapotranspirasi dapat berlangsung dengan baik, tetapi pada saat cuaca lembab, proses ini akan terhambat sehingga sebaran kalsium tidak merata pada tanaman. Sehingga kondisi tanah yang lembab akan sangat mempengaruhi kecukupan kalsium pada tanaman, meskipun pemberian kalsium pada tanah sudah cukup.

Gambar. Daun menunjukkan gejala Tip Burn

Literatur ilmiah mengatakan bahwa dalam stroberi, daun yang mengandung kalsium kurang dari 0,9%, secara signifikan menunjukkan gejala ujung terbakar (tip burn). Meskipun begitu, kelebihan kalsium sebanyak 1,5% dari jaringan akan mengakibatkan daun menjadi kering.

3. Hawar Daun

Gejala hawar dimulai dari tepi daun menuju ke tengah dan daun akan menjadi hijau kusam. gejala semakin berat ditunjukkan dengan daun yang menjadi layu dan mengering. Serangan yang parah menyebabkan seluruh tanaman tumbuh meranggas dan mati. Pada cuaca panas, tanaman akan menjadi cepat layu dan mati. Gejala ini banyak terlihat pada bibit yang baru dipindah semai. Diduga penyebab penyakit adalah patogen tanah dan berdasarkan beberapa litelatur penyebab penyakit ini adalah Phytophthora sp.

[cml_media_alt id='1496']OLYMPUS DIGITAL CAMERA[/cml_media_alt][cml_media_alt id='1503']isolate patogen hawar daun 1[/cml_media_alt] [cml_media_alt id='1502']isolate patogen hawar daun 2[/cml_media_alt]

Gambar. a. Gejala Hawar pada daun, b. dan c. isolate patogen hawar daun

4. Leaf Blight

Gejala berupa bintik-bintik berwarna ungu yang berkembang menjadi coklat lalu disekitar bintik meluas daerah yang berwarna kekuningan hingga keunguan. Daun yang tua menjadi suram dan tumbuh merana kemudian mati (gugur). Penyakit in cukup banyak ditemukan pada pertanaman stroberi yang tidak terawat dengan kondisi yang lembab.

[cml_media_alt id='1495']Gambar. Daun bergejala blight[/cml_media_alt]
Gambar. Daun bergejala blight
5. Virus

Beberapa tanaman stroberi menunjukkan gejala yang menyerupai gejala serangan virus, yaitu daun menjadi kriting dan warnanya tidak merata seperti mengalami mozaik. Pertumbuhan tanaman kemudian akan sangat berbeda dari tanaman sehat, tanaman terserang virus tumbuh kerdil dan tidak membentuk buah.

[cml_media_alt id='1494']virus stroberi[/cml_media_alt] [cml_media_alt id='1501']Daun yang diduga terserang virus[/cml_media_alt]

Gambar. Daun yang diduga terserang virus

6. Antraknosa

 Antraknose dapat menyerang daun, batang, stolon dan paling sering terlihat menyerang buah. Buah dapat terserang sejak di lapangan yang kemudian berkembang setelah panen di tempat penyimpanan, mengakibatkan masa panen buah menjadi singkat dan dapat menginfeksi buah lainnya di tempat penyimpanan. Gejala pada batang maupun stolon berupa busuk oval, yang pada tengahnya terdapat bintik-bintik kehitaman. Akibatnya daun menjadi kekuningan dan tanaman layu. Pada buah akan terlihat busuk lunak melingkar yang memusat ditengah terdapat bintik-bintik putih. Berdasarkan litelatur yang ada, patogen penyebab patek adalah Colletrotrichum sp.

[cml_media_alt id='1493']Gejala-antraknosa-pada-buah-stroberi[/cml_media_alt] [cml_media_alt id='1492']Isolat patogen di bawah mikroskop[/cml_media_alt]

Gambar. a. Gejala antraknosa pada buah, b. Isolat patogen di bawah mikroskop

 

8. Gray Mold

Berdasarkan literatur, gray mold disebabkan oleh jamur Botrytis cinerea. Buah muda rentan terhadap infeksi tetapi gejala akan terlihat saat sudah tua, buah yang berada di dalam bunga akan menjadi coklat kering. Buah muda yang terinfeksi menjadi busuk coklat, warna coklat menyebar lalu buah menjadi kering dan permukaannya ditutupi bubuk keabu-abuan seperti berdebu. Penyakit ini berkembang sangat pesat pada tempat penyimpanan, setelah buah dipanen, dan menyebar ke buah lain yang sehat. Pada kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur, buah dapat membusuk dalam waktung 48 jam setelah dipanen.

[cml_media_alt id='1491'] Botrytis-cinerea-menutupi-permukaan-buah-stroberi.[/cml_media_alt] [cml_media_alt id='1490']pengamatan-jamur-di-bawah-mikroskop-stroberi[/cml_media_alt]

Gambar. a. Botrytis cinerea menutupi permukaan buah, b. pengamatan jamur di bawah mikroskop.

Pengendalian OPT Menggunakan Agen Hayati

Pengendalian OPT di pertanaman stroberi masih menggunakan sistem semi-organik, yaitu mulai memaksimalkan penggunaan pestisida alami atau pun musuh alami untuk menggantikan pestisida kimia, namun untuk beberapa kasus serangan OPT masih menggunakan beberapa pestisida kimia yang belum bisa digantikan pestisida alami. Pestisida alami seperti Pestona untuk mengendalikan hama ulat dan uret, soda kue dan Ridomil untuk mengendalikan OPT jamur.

 

Keterangan : Identifikasi Hama dan Penyakit Stroberi ini dilakukan pada koleksi plasmanutfah stroberi di KP Tlekung yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa PKL dan tim plasmanutfah stroberi. 

Oleh : Tim Plasmanutfah Stroberi
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan