I Wayan Nyarka, Petani yang Antusias Bangkitkan Siam Kintamani

I Wayan Nyarka, Petani yang Antusias Bangkitkan Siam KintamaniWayan Nyarka dari Pengotan, Kabupaten Bangli, Bali. Begitulah sosok ramah ketika memperkenalkan diri di hadapan temen-teman peneliti dan teknisi ketika Senin (09/06/14) kemarin berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Bersama rombongan pribadi 1 mobil beliau langsung masuk mengikuti penjelasan rombongan Penas XIV di Kebun Percobaan Tlekung Balitjestro. Semangatnya untuk mencari banyak ilmu patut diacungi jempol. Berbekal peta dari google maps, sampailah ia ke alamat kantor di Jalan Raya Tlekung No.1

I Wayan Nyarka, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali merupakan salah satu penerima penghargaan energi prakarsa perorangan tahun 2013 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) . Ia mewujudkan 36 unit digester memanfaatkan bahan limbah sisa material bangunan, serbuk gergaji kayu dan karung bekas pakan ternak.

Selain itu, Wayan Nyarka juga termasuk petani berprestasi dan penyuluh pertanian swadaya teladan nasional dan berkesempatan diundang ke Instana Negara.

Usaha Wayan Nyarka untuk tahu jeruk dan seluk beluknya bahkan pernah ia lakukan sampai berniat untuk menuju sentra jeruk di New Zealand. Berbekal nekad dan minim informasi akhirnya niat itu gagal. meskipun gagal karena tidak lolos wawancara dengan pihak imigrasi, ia terus belajar dari banyak orang. Ia tidak tahu bahwa Badan Litbang Pertanian juga punya teknologi yang dimaksud. Apalagi beberapa peneliti dan teknisi pernah belajar jeruk di Australia dan negara lainnya.

I Wayan Nyarka, Petani yang Antusias Bangkitkan Siam Kintamani BaliPermasalahan yang sering dijumpai Wayan Nyarka dialami juga oleh petani jeruk di daerah lain. Balitjestro sebagai pusatnya penelitian jeruk nasional mempunyai teknologi untuk menangani berbagai permasalahan itu. Petani yang antusias seperti Wayan Nyarka tentunya sangat diharapkan mampu menjadi penggerak kebangkitan jeruk nasional. Kendala utama yang dialami Wayan Nyarka adalah ketersediaan benih jeruk bebas penyakit.

Berbagai kendala budidaya dan serangan hama dan penyakit tanaman jeruk memang membuat siam kintamani di Bali mengalami kemunduran. Teknologi anjuran Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) menjadi sebuah solusi atas berbagai permasalahan budidaya jeruk di lapang.

Selain di Kebun Percobaan Tlekung, semua pengunjung selama Penas ini diberi kesempatan pula untuk mengunjungi Kebun Percobaan (KP) Punten. KP Punten dikenal sebagai pusatnya perbenihan nasional yang menjadi lokasi koleksi plasmanutfah jeruk Indonesia dan produsen Blok FOndasi (BF) dan BPMT (Blok Penggandaan Mata Tempel) yang disebar ke seluruh Indonesia. Selain itu KP Punten mampu memproduksi benih sebar jeruk dengan jumlah ratusan ribu. Hadi Mulyanto menemani Wayan Nyarka dan rombongan untuk mengunjungi KP Punten dan belajar perbenihan jeruk di lokasi.

Petani jeruk seperti Wayan Nyarka yang butuh informasi tentunya masih banyak. Balijestro membuka diri untuk memberikan informasi yang dibutuhkan bagi petani. Silahkan datang ke Jalan Raya Tlekung No. 1 Batu. [zh/balitjestro]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event