Hujan, Permintaan Bibit Jeruk Keprok Naik

jeruk-jp04092016h29
DIMINATI: Petugas bagian pembibitan KP Punten Balitjestro mengecek kondisi benih jeruk keprok 55, di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, kemarin (219).

KOTA BATU – Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kebun Percobaan (KP) Punten getol mendistribusikan jeruk keprok 55. Hingga akhir Agustus,  sudah ada 100 ribu benih yang terjual kepada petani.
Bibit-bibit itu dibeli oleh petani-petani dari Kecamatan Bumiaji, juga tiga wilayah lain dari Kabupaten Malang. Yakni Kecamatan Poncokusumo, Tumpang, dan Dau. “Target kami, tahun ini bisa produksi (sekaligus menjual) 200 ribu benih,” ujar Kepala KP Punten Balitjestro Kusnan, kemarin (3/9).

Kusnan mengatakan, musim hujan yang kemungkinan datang antara Oktober-Desember, menjadi waktu yang tepat untuk menanam jeruk. Pada periode itu, Kusnan yakin permintaan terhadap jeruk keprok 55 bakal melonjak. “Kami melihat, trennya terus meningkat,” kata dia.

Tiap benih jeruk keprok 55 untuk petani dihargai Rp 9.000. Benih-benih yang dijual pada petani itu, lebih dulu mendapatkan label dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). “Ini (pemberian label) tentu melalui proses uji BPSB sesuai SOP (standar operasional prosedur). Benih harus berasal dari indukan sehat,” urainya. (zal/c1/muf)

Sumber: Jawa Pos, 04 September 2016, halaman 29

Agenda

no event