Hasil – hasil Penelitian Tanaman Buah-buahan untuk Bioindustri

[cml_media_alt id='1248']Pabrik Jeruk[/cml_media_alt]Hingga saat ini aktifitas keseharian kita masih menggunakan energi  dari bahan baku fosil. Sumber energi tersebut diperkirakan akan  semakin langka, mahal dan akan habis di awal abad 22. Cadangan minyak Indonesia saat ini sekitar 3,6 miliar barel yang diperkirakan habis dalam waktu kurang dari 20 tahun dengan asumsi tidak ada penurunan produksi dan tidak ditemukan cadangan minyak baru. Untuk itu aspek kegiatan ekonomi harus ditransformasikan dari bahan baku asal fosil menjadi bahan baku yang terbarukan, yaitu dari bahan hayati. Saat ini fokus pemerintah untuk subsidi dan penelitian bahan bakar nabati masih minim. Pendapatan dari sektor ESDM mencapai Rp 446 triliun, yang berasal dari produksi minyak dan gas bumi serta batubara dan mineral, namun untuk subsidi BBM dan elpiji mencapai Rp 210 triliun, subsidi listrik Rp 89,59 triliun, dan subsidi BBN sebesar Rp 250 miliar.

Keunggulan komparatif Indonesia sebagai negara tropis dan maritim, menghasilkan  produktivitas biomassa tinggi sebagai bahan bioindustri, menjadi basis keunggulan kompetitif dalam bioekonomi. Pada era akhir Kabinet Indonesia Bersatu II, Kementrian Pertanian menyusun sebuah agenda besar pembangunan pertanian jangka panjang yang dinamakan Strategi Induk Pembangunan Pertanian  (SIPP) 2013-2045: Menuju Pertanian Bioindustri Berkelanjutan. Program ini sangat bagus dan diharapkan dapat secara konsisten dapat diterapkan walau era kepemimpinan pemerintahan berganti.

Selama ini, baik pemerintah pusat maupun daerah telah mempunyai program yang sangat bagus. Hanya saja evaluasi capaian akhir senantiasa jauh dari harapan. Misalnya fokus tujuan penelitian buah-buahan Jawa Timur yaitu: “Pasokan produk buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri baik melalui pasar tradisional maupun  pasar modern untuk pasar ekspor” mendapatkan tantangan berat dengan buka tutupnya kran impor hortikultura yang terlihat adanya kesan tarik ulur berbagai pihak yang berkepentingan. Justru saat ini produk buah impor dapat dengan mudah dijumpai bahkan di pedagang kaki lima dan pasar becek.

Visi pembangunan pertanian 2013-2045, “Terwujudnya sistem pertanian-bioindustri berkelanjutan yang menghasilkan beragam pangan sehat dan produk bernilai tambah tinggi dari sumberdaya hayati pertanian dan kelautan tropika”. Visi ini juga menjadi arah renstra Badan Litbang Kementerian Pertanian dalam melakukan riset. Strategi Induk Pembangunan Pertanian 2013-2045 untuk mewujudkan Indonesia yang Bermartabat, Mandiri, Maju, Adil dan Makmur paling lambat pada tahun 2045, yakni setelah 100 tahun Indonesia merdeka.

Perayaan 100 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk membangkitkan semangat patriotisme yang sudah pudar. Apalagi saat ini Indonesia menikmati bonus demografi dengan angkatan kerja yang lebih banyak. Indonesia diperkirakan mencapai puncak bonus demografi pada 2017 sampai 2019 dengan usia produktif mencapai 55,5%. Keuntungan bonus demografi ini adalah jumlah usia yang menjadi tanggungan akan lebih sedikit sehingga usia produktif lebih mampu meningkatkan kesejahteraannya.

Bioindusri Pertanian

Prinsip dari bioindustri pertanian adalah memanfaatkan semua produk pertanian baik massanya maupun produk utama lainnya, sehingga tidak ada satupun produk bio massa yang terbuang (zero waste). Pemanfaatan semua produk pertanian untuk bio industri bisa untuk pupuk organik, bahan bakar substitusi minyak dan bahan obat-obatan (Biofarma).

Konsumsi bebuahan masyarakat Indonesia masih rendah, yaitu hanya 34,55 kg/kapita/tahun, sementara angka yang direkomendasikan FAO adalah sebesar 73 kg/kapita/tahun. Untuk bio industri produksi buah-buahan harus tinggi agar tidak bersaing dengan fresh fruit consumption. Dengan rendahnya tingkat konsumsi dan semakin meningkatnya kelas menengah di Indonesia, hal ini mengindikasikan bahwa prospek agribisnis buah-buahan nasional masih sangat menjanjikan. Apalagi jika disertai dengan gerakan sadar gizi masyarakat, kampanye buah nusantara yang masif dan berbagai penanaman kesadaran sejak dini di tingkat sekolah dasar akan manfaat bebuahan tersebut.

Penelitian Buah-buahan Indonesia

Di sisi lain, institusi yang melakukan penelitian di Indonesia sangat banyak, institusi ini tersebar hampir di semua  kementrian, baik di tingkat pusat hingga daerah. Di setiap kementerian ada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Penelitian juga dilakukan di universitas seluruh Indonesia. Sayangnya, banyaknya institusi penelitian ini tidak didukung dengan koordinasi yang baik sehingga kemungkinan adanya duplikasi penelitian sangat besar.

Para pakar bebuahan telah banyak yang menghasilkan jenis-jenis atau kultivar unggul, baik yang hibrida maupun yang pemutihan varietas, antara lain:

  1. Anggur Varietas Prabu Bestari
  2. Anggur Varietas Jestro AG 60
  3. Anggur Varietas Jestro AG 86
  4. Jeruk Keprok Variety Batu 55
  5. Mangga Varietas Ken Layung
  6. Mangga Varietas Marifta-01
  7. Mangga Varietas Keraton-119
  8. Mangga Varietas Garifta Merah
  9. Mangga Varietas Garifta Kuning
  10. Melon Hibrida Varietas MB- 2
  11. Semangka Hibrida Varietas BT-1
  12.  Semangka Hibrida Varietas BT-2
  13. Durian : Semenjak tahun 1984 telah dihasilkan 71 durian unggul nasional.

Komoditas Buah-buahan untuk bioindustri

  1. Jenis bebuahan untuk bioindustri mempunyai persyaratan tersendiri, yaitu nilai permintaan dan penawaran. Nilai permintaan dan penawaran ini berubah-rubah sesuai trend. Dengan promosi yang masif dan sistematis sekarang ini buah mengkudu dan manggis mengalami booming dengan dukungan riset ilimiah. Masyarakat semakin tertarik dengan adanya banyak manfaat mengkonsumsi buah.
  2. Buah-buahan mengandung gizi yang tinggi baik karbohidrat, vitamin, mineral, serat sehingga lebih bermanfaat apabila dikonsumsi segar (fresh fruit). Banyaknya perlakuan pascapanen akan mengurangi kualitas buah, apalagi jika ditambah bahan pengawet yang berbahaya. Badan Karantina pertanian pernah merilis di tahun 2012 beberapa buah impor yang mengandung zat berbahaya seperti formalin.
  3. Untuk tujuan bioindustri perlu dipilah bahan yang akan digunakan sebagai sumber bahan mentah, daging buah dan non daging buah

Buah-buahan sangat berpotensi untuk bioindustri. Daging buah dan non daging bisa digunakan sebagai  bioindustri, tergantung nilai permintaan dan penawarannya. Bioindustri dari komponen daging buah dapat dilakukan pada jeruk nipis, belimbing, avokad, dll. Sedangkan bioindustri dari komponen non daging buah dapat dilakukan pada durian, manggis. Ke depan memang perlu digagas dan dijalin lebih erat kerjasama penelitian lintas ilmu: pertanian, pasca panen, dan kedokteran agar potensi bioindustri pada buah-buahan dapat tergali dan temanfaatkan dengan baik. Sehingga masyarakat pun lebih mudah menerima berbagai kampanye, ajakan dan promosi produk bioindustri buah-buahan.

Kandungan Gizi Buah-buahan

Apel

Buah apel mengandung vitamin A, B dan C. Serat dan pektin, kuersetin. beta glucan yang bermanfaat mengontrol produksi dan penyerapan kolesterol dalam tubuh. Buah ini bermanfaat dalam  menurunkan kadar kolesterol dalam darah,  mengurangi nafsu makan yang  tinggi,  meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah flu dan penyakit infeksi lain, menjaga kesehatan mata, mengendalikan tekanan darah dan kadargula darah, mengurangi risiko stroke dan serangan jantung, menurunkan risiko kanker, menggiatkan fungsi ginjal dan saluran kencing. Buah ukuran besar untuk fresh fruit, ukuran kecil bio industri

Avokad

Buah avokad  mengandung lemak sehat oleat (omega-9), vitamin E, zat besi, tembaga, kalium, serat, asam folat, dan vitamin B6. Buah avokad bermanfaat untuk pembentukan sel darah merah, melembutkan dan mengencangkan kulit, mencegah anemia, membentuk reaksi basa dalam tubuh sehingga kekebalan tubuh meningkat, mengendalikan kadar kolesterol jahat LDL dan menaikkan kadar kolesterol baik HDL. Sangat berpotensi sebagai bahan bioindustri.

Pisang

Pisang kaya akan kandungan kalium, vitamin A, B1, B2 dan C. Buah pisang dapat membantu mengurangi asam lambung,  keseimbangan air dalam tubuh, dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit  jantung dan stroke, stress serta menurunkan kadar koleterol dalam darah. Hasil riset menunjukkan bahwa diet rendah kalium (kurang dari 1.5 gram per hari) dapat meningkatkan resiko penyakit stroke hingga 28 persen. Sangat berpotensi untuk bioindustri.

Jambu Biji

Buah jambu merah mengandung vitamin C yang sangat tinggi,  zat antioxidan,  kalium, kalsium, fosfor, sulfur, klorin, pektin.  Jambu merah mempunyai manfaat seperti meningkatkan kekebalan tubuh, menggiatkan sistem limfatik dan mengatasi kanker, mencegah keropos tulang dengan cara membantu penyerapan mineral. Khasiat pengobatan jambu biji merah lebih baik dari pada yang putih/ kuning, karena lebih kaya antioksidan betakaroten. Sangat berpotensi untuk bioindustri.

Jeruk Lemon dan Jeruk Nipis

Air jeruk lemon dan nipis mengandun bioflavonoid, terpen, limonen, kalium, magnesium, kalsium, fosfor, tembaga, seng, zat besi, mangan, vitamin C, vitamin B1.  Manfaat air jeruk ini bisa menngkatkan fungsi hati dan ginjal menguras racun, mengaktifkan fungsi otak, membuat rileks, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi flu dan demam, memperkecil risiko kanker. Sangat berpotensi untuk bioindustri

Manggis

Buah manggis mengandung gula sakarosa, dekstrosa, dan levulosa, protein, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, C, B (tiamin), B2 (riboflavin) B5 (niasin)  Kebanyakan buah manggis dikonsumsi dalam keadaan segar. Kulit buah manggis mengandung senyawa Xanthone yang meliputi mangostin, mangostenol, mangostinon A, mangostenon B, trapezifolixanthone, tovophyllin B, alfa mangostin, beta mangostin, garcinon B, mangostanol, flavonoid epicatechin, dan gartanin. Manfaat kulit buah sebagi atiinflamasi, anti kanker, menekan radikal bebas, menurunkan tekanan darah. Sangat berpotensi untuk bioindustri

Durian

Buah durian banyak mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin C, vitamin B1 dan B2, vitamin E, kalium, fosfor, kalsium, potassium, gula dan zat besi. Durian juga memiliki senyawa aktif seperti ester, sulphur-containing alkanes, thioacetals, thioesters, thiolanes dan alkohol. Durian memiliki khasiat sebagai antioksidan, menurunkan kolesterol,sembelit, meremajakan kulit dan mengatasi penyakit kulit. Selain itu, durian dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid tetapi banyak wanita hamil muda dilarang mengkonsumsi durian, karena durian dianggap sebagai makanan yang panas. Penelitian tentang efek durian bagi kehamilan ini masih berlangsung dan belum dipublikasikan.

 

Materi diolah oleh Zainuri Hanif dengan tambahan data dari berbagai sumber. Materi ini adalah presentasi (.ppt) Prof. Sumeru Ashari, Fakultas Pertanian – Universitas Brawijaya Malang pada Seminar Hasil Penelitian dan Kegiatan Kebun TA. 2013 pada 18-20 Maret 2014 di Balitjestro.

 

Related Post

Tinggalkan Balasan