Hadapi AEC 2015 Produk Hortikultura Indonesia Harus Tingkatkan Daya Saing

Perhorti2014

Peneliti Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) berpartisipasi dalam seminar Persatuan Hortikultura (Perhorti) yang diselenggarakan di UB pada 5-7 Nopember 2014. Seminar ini merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang koordinasi penelitian antar peneliti hortikultura. Pengelompokan dilakukan berdasarkan penelitian dasar dan yang bersifat terapan serta yang bersifat kebijakan (ilmu sosial). Tema yang diusung kali ini adalah “Peningkatan Daya Saing Produk Hortikultura Nusantara dalam Menghadapi Era Pasar Global”.

Profesor Roedhy Poerwanto yang menjadi pembicara utama mengingatkan akan daya saing hortikultura Indonesia di Asean yang masih sangat lemah. Kesiapan SDM dan daya saing Indonesia di ASEAN Economic Community (AEC) berada pada cluster ke-3 bersama Filipina yaitu setelah Singapura, Jepang dan Korea (cluster 1) dan Malaysia, Vietnam dan Thailand (cluster 2). Posisi Indonesia ini di atas Myanmar, Kamboja dan Laos (cluster 4) dan Brunei Darussalam (cluster 5).

Indonesia perlu terus membangun sistem untuk penerapan GAP dalam pengusahaan buah-buahan. Sistem ini perlu diterapkan pula untuk sayuran. Namun, Untuk meningkatkan daya saing komoditas pertanian, tidak saja ditentukan oleh mutu produk yang baik, tetapi juga dituntut harga produk yang kompetitif, serta ramah lingkungan dalam proses produksinya. Saat ini pengembangan agribisnis yang didukung agroindustri pedesaan berbasis sumber daya lokal, dengan konsep tanpa limbah (zero waste) terus dilakukan. Hal tersebut merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. [ZH/Balitjestro]

 

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event